Akademisi Soroti Proyek Jalan-Jembatan Pulau Obi

Salah satu jembatan di desa anggai, kecamatan obi, halsel/Akademisi Muamil Sunan || Foto : istimewa

BORERO.ID HALSEL— Proyek Jalan dan Jembatan ruas Laiwui – Jikotamo – Anggai Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, hingga saat ini tak kunjung ada Kejelasan. Proyek yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara ini dikerjakan PT. Addis Pratama Persada.

Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Muamil Sunan menilai pelaksanaan pekerjaaan yang tak kunjung tuntas tersebut, salah satunya disebabkan lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR Malut, yang mestinya melakukan pengawasan secara intens dari setiap pekerjaan. “Apalagi proyek jalan dan jembatan merupakan sarana yang vital bagi kelancaran aktivitas Masyarakat ,” tegas Muamil kepada wartawan, Kamis(2/11/2023).

Menurutnya, akibat kelalaian Dinas PUPR dalam pengawasan sehingga proyek jalan dan jembatan di Obi belum mencapai 50 persen. Padahal sudah sejak tahun 2022 lalu. Harusnya setiap 3 bulan Dinas PUPR lakukan pemantauan terhadap proyek yang dikerjakan pihak ketiga, agar bisa memastikan progres dan pekerjaan itu berjalan sesuai dengan ketentuan waktunya. “Proyek dengan menggunakan anggaran multiyears yang nilainya lumayan besar itu pastinya akan menjadi masalah jika pekerjaan tidak selesai sesuai waktunya,” tegasnya.

Proyek jalan dan jembatan yang progresnya baru mencapai sekira 20 persen tersebut, oleh Dinas PUPR mestinya meminta penjelasan pihak ketiga. “Tanyakan pihak kontraktor kenapa pekerjaan belum berjalan padahal sisa waktu hanya sampai November 2023,” cetusnya.

Muamil menegaskan Kelompok Kerja (Pokja) harusnya realistis dalam memenangkan perusahaan yang ikut tender, artinya bahwa semua ketentuan proses tender harus dipenuhi pihak perusahaan. “Jika yang terjadi pokja menangkan perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan, maka Pokja harusnya dipanggil DPRD Maluku Utara untuk dimintai keterangan,” tegasnya.

Karena pekerjaan jalan dan jembatan tentunya membutuhkan alat berat, sehingga setiap perusahaan yang ikut tender itu harusnya punya bukti surat pernyataan ketersediaan alat berat. “Kenapa Pokja harus menangkan perusahaan tersebut. Akibatnya proyek tidak berjalan karena perusahaan tidak bisa mendatangkan alat-alat berat ke lapangan,” pungkasnya.

Salah satu warga menyampaikan proyek jalan dan jembatan yang dikerjakan saat ini tidak jelas atau telah mangkrak, bahkan warga sangat kesal terhadap Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi Maluku Utara. Tak hanya itu karena jalan dan jembatan yang dilewati Anak Sekolah itu akhirnya dibuatkan jembatan darurat dengan Dana Suwadaya dari warga. “Beberapa jembatan itu Anak Sekolah cari dana diatas jembatan yang tidak tuntas untuk dibuatkan jembatan oleh orang tua mereka,” kesal salah satu warga setempat.

Sekedar informasi, pekerjaan jalan dan jembatan ruas Laiwui-Jikotamo-Anggai menggunakan anggaran Multiyears (MY). Lokasi Desa Laiwui, Jikotamo, Anggai Kabupaten Halmahera Selatan dengan nomor kontrak 600.620/SP/PUPR-MU/APBD-P/BM/PPK-MY XX/FSK.12769/2022.Tanggal Kontrak 22 November 2022 dengan nilai kontrak Rp 27.720.421.000. Dengan waktu pekerjaan 360 hari Kalender. Sumber Dana APBD-P tahun 2022. Pelaksana PT. Addis Pratama Persada.

PT Addis Pratama Persada berdasarkan informasi milik Adam Marsaoly dan anaknya Merlisa Marsaoly. Pekerjaan tersebut diduga anggaran miliaran rupiah sudah dicairkan. Namun tak kunjung ada kejelasan kapan dilanjutkan pekerjaannya. (*)