Harita Nickel Miliki Trik Jitu Jernihkan Air SHP, Begini Caranya! 

Salah satu sedimen pond atau kolam endapan Harita Nickel.

BORERO.ID – Untuk memisahkan tanah dan Biji Nickel dalam proses produksi, salah satu cara teknologi yang digunakan Harita Nickel yakni dengan semprotan air bertekanan tinggi, air tersebut kemudian menjadi Air Sisa Hasil Produksi (SHP) yang digolongkan berbahaya dan beracun.

Air SHP tersebut lantas tak langsung dibuang ke laut maupun ke sungai, namun Harita Nickel menyiapkan trik jitu untuk memurnikan air SHP menjadi air normal yang siap digunakan kembali.

Operator pengawasan Instalasi Pemurnian Air Limbah (IPAL) Haritah Nickel, Suranto mengatakan, sebelum air keluar dari kawasan tambang, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui, yakni aliran air melewati banyaknya kolam raksasa yang diberi nama sedimen pond atau kolam endapan.

“Sedimen Pond memiliki beberapa tanggul penghambat kecil atau Chek Dump, fungsi ini untuk menahan bahan-bagan padat yang tercampur dengan air,” Kata Suranto saat disambangi borero.id di pos kontrol kawasan Harita Nickel, Site Obi Kabupaten Halmahera Selatan, senin (29/04/2024)

Suranto menjelaskan, sedimen pond memiliki dua pos kontrol, dimana setiap pos kontrol dilengkapi teknologi mesin sejenis Root Blower. mesin ini berfungsi mengontrol kualitas air, termasuk mengontrol tingkat keasaman kandungan bahan berbahaya.

“Kami kontrol secara berkala untuk menentukan kualitas air, kemudian dilepaskan kejalur pengelolaan pos kontrol kedua. Tim juga bertugas mengetahui parameter pH dan menghitung kadar atau tingkat pencemaran Total Suspended Solid (TSS),” Ujar Suranto.

Ia menuturkan, dari hasil pengelolaan di pos kontrol atau fasilitas ke dua, air yang sudah berada di sedimen jalur dua, dipompa menuju ke fasilitas smelter perusahaan atau pabrik untuk digunakan kembali dalam proses produksi.

Baca JugaKeberadaan Pohon dan Hewan jadi Catatan Harita Nickel

Dikala datangnya hujan lanjut Suranto, debit air dari sedimen pond pasti menunjukan peningkatan, apalagi curah hujan yang tinggi, maka para petugas IPAL wajib melakukan dosing pump.

“Dosing pump memiliki peran yang sangat penting, yaitu mengatur dosis bahan kimia untuk mengolah air SHP supaya kualitas keruhan air tetap terjaga,” Tandasnya

Suranto menambahkan, selain melakukan pemurnian dan pengelolaan secara internal, Harita Nickel juga bekerjasama dengan lembaga yang memiliki kompetensi lingkungan yang telah terakreditasi, guna memastikan atau menjamin kadar dan mutu air sisa hasil produksi.

“pihak Perusahaan konsisten menerapkan praktik pertambangan secara baik dengan mengedepankan pengelolaan lingkungan dalam setiap operasionalnya. Dan mungkin itulah jawaban Harita Nickel raih penghargaan dari kementerian ESDM sebagai perusahaan pengelolaan lingkungan kategori baik di Tahun 2022,” Tutupnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *