Hibah Lahan Duafa Center Ternate Tumpang Tindih

BORERO.ID TERNATE– Hibah lahan duafa center Ternate, diketahui tumpang tindih dalam proses administrasi. Hal tersebut terkuak dalam RDP komisi gabungan DPRD kota Ternate bersama sejumlah mantan pendiri duafa center, yayasan bina duafa, dan Kejari Ternate.

Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Mubin A. Wahid mengatakan,  lahan duafa center terdapat dua objek yang sama. Diantaranya Baznas dan Yayasan Bina Duafa yang melakukan permintaan hibah melalui satu orang ke Pemkot Ternate.

“Anehnya juga Pemkot Ternate saat tetap mengeluarkan hibah lahan ini dengan memberikan kepada objek yang sama. Sehingga ini tumpah tindih, karena itu kita akan merekomendasikan Wali Kota segera meninjau kembali hibah lahan tersebut,” ungkap Mubin usai rapat, Selasa (17/1/2023) kemarin di kantor DPRD Kota Ternate.

Menurut politisi partai berlambang Ka’bah ini ketua umum yayasan bina duafa sudah mengakui benar adanya melakukan tandatangan dua surat permintaan hibah lahan tersebut. Bahkan sesuai surat masuk ke Pemkot Ternate dari dua objek itu pada tahun 2013 dan tahun 2015.

“Dua surat yang di tandatangani itu yakni satu surat untuk yayasan bina duafa dan satu surat untuk Baznas. Namun lucunya surat tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemkot Ternate dan mengeluarkan hibahnya ke dua lembaga ini dengan orang yang sama,” ujarnya.

Lanjut dia, sesuai kajian hukum pihaknya terkait permasalahan hibah lahan duafa center ini selajutnya diambil langkah melakukan klarifikasi sejumlah dokumen ke beberapa pihak terkait. Karena lahan berdirinya gedung duafa center hibahnya diberikan ke dua lembaga dengan mengetahui satu orang saja.

“Ini juga terlihat aneh dimana Pemkot Ternate lebih dulu melakukan pelepasan hak lahan baru kemudian dilanjutkan dengan hibah. Padahal kalo sesuai alur hibah lebih duluan baru dilanjutkan dengan pelepasan hak,” kata Mubin. (Gan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *