Penutupan Pelabuhan dan Penyaluran Pertalite SPBU Jailolo Disorot

Ilustrasi

BORERO.ID HALBAR—DPC Organisasi Angkutan Daerah (Organda) menyeroti penutupan Pelabuhan beserta stok penyeluran pertalite di SPBU Jailolo.

Organda meminta agar Pemda dan DPRD Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) agar mempertimbangkan dampaknya sehingga tidak merugikan masyarakat secara umum karena penyaluran pertalite harus sesuai aturan.

” Kami dari DPUK (Dewan Pimpinan Unit Khusus Ibu, Jailolo-Tobelo), DPU Ibu-Jailolo, DPU Pariwisata, DPU Barang, DPU Dum Truk yang tergabubg dalam DPC Organda Halbar Beserta pengurus bentor, ojek dan TKBM menyoroti dampaknya. Karena ini menyangkut kepentingan banyak orang,” kata Sekretaris DPC Organda Halbar, Ronald Reagen Bubane, Selasa (26/9/2023). 

Ronald meminta kepada DPRD dan Pemerintah Daerah melihat kembali dan mempertimbangkan secara matang soal penutupan Pelabuhan Jailolo. Ia juga mendesak segara menertibkan SPBU Jailolo yang saat ini dapat mengganggu kestabilan pendapatan masyarakat menjelang Hari Raya karena diperuntuhkan kepada pedagang kios. ” Mestinya pemerintah dan DPRD sudah memikirkan persoalanya ini,”ujarnya.

Menurutnya, stok pertalite di SPBU Jailolo sesungguhnya harus diperuntuhjan sesuai aturan yang berlaku terutama kepada angkutan umum. Namun yang terjadi adalah  banyak pedagang kios-kios yang mendapatkan petralite tersebut. 

” Jadi tolong dipertimbangkan keputusannya dan dilihat secara matang sesuai aturan yang ada agar tidak berdampak buruk pada masyarakat,” kata Ronald menegaskan. (*)

Penulis : Iin Afriyanti

Editor : Sandin Ar