Tim Gabungan Temukan Limbah di Ternate

Ilustrasi limbah air/kadis pupr kota ternate saat melakukan pengecekan saluran drainase

BORERO.ID TERNATE– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kota Ternate, menemukan pencemaran lingkungan. Tiga instansi ini terlibat dalam tim gabungan menemukan limbah pemilik usaha rumah makan California Fried Chicken (CFC) di jalan Merdeka, Kelurahan Santiong, Kecamatan Ternate Utara.

Limbah tersebut dari sisi kesehatan dianggap berbahaya bagi warga Kota Ternate.  Limbah usaha CFC ini bahkan tidak memiliki dokumen IPAL atau Instalasi Pengolahan limbah yang dibiarkan mengalir di sepanjang saluran drainase jalan merdeka. Ini ditemukan tim gabungan di lapangan setelah menindaklanjuti informasi soal luapan air menggenangi jalan raya akibat saluran drainase yang tersumbat. ” Untuk saluran yang tersumbat sudah dilakukan perbaikan siang tadi,” kata Kadis PUPR Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, Jumat (3/2/2023).

Rus’an mengaku, luapan air yang menggenangi ruas jalan atau tepatnya perempatan lampu merah itu, diakibatkan limbah dari beberapa rumah makan, salah satunya CFC. Hampir sebagian besar pelaku usaha termasuk CFC di area itu belum memiliki dokumen IPAL atau Instalasi pengolahan limbah. “ Hasil pengecekan di lapangan tadi juga ada leger yang ambruk. Setelah dicek ternyata ada faktor lain, akibat dari limbah yang diperkirakan dari kawasan CFC,” ujarnya.

Menindaklanjuti temuan pencemaran lingkungan itu, pihaknya telah memanggil manajamen CFC dan diminta paling lambat 5 bulan kedepan mengurus dokumen Ipal.” Sehingga limbah yang akan dibuang ke saluran drainase harus ada pemisahan. Selain itu, kami juga meminta kepada CFC untuk melakukan pembersihan,” kata Rusa’an.

Pelaksana Tugas Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Ternate dr. Muhammad Sagaf memastikan pihak CFC telah dilayangkan surat peringatan. Usaha ini menurut dia, sesuai prosedur wajib menyediakan IPAL, sehingg ada pemisahan air limbah yang bersih ketika dibuang ke saluran atau selokaan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.

Dia juga memastikan temuan di lapangan, produksi limbah dari CFC telah melebihi kapasitas penampungan sehingga terjadi pencemaran. ” Agar tidak meluas, maka paling tidak ada standarisasi harus diukur sehingga keluar hanya air bersih saja,” dr. Muhammad.(Gan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *