Warga Mulai Terdampak Letusan Gunung Ibu, Kemensos Bergerak

Tetusan gunung ibu pada Senin 13 Mei 2024 || Foto : Iin Afriyanti

BORERO.ID HALBAR–Gunung Ibu, di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, kembali meletus atau erupsi, Senin 13 Mei 2024.  Letusan pada Senin pagi ini dengan tinggi kolom abu teramati ± 5.000 m diatas puncak (± 6.325 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sementara ini ± 5 menit 6 detik. Terdengar suara dentuman dan gemuruh sampai di Pos PGA Ibu.

” Saat ini gunung Ibu berada pada status Level III (Siaga).  Untuk itu, masyarakat berada di sekitar lereng gunung, serta pengunjung wisatawan diminta agar tidak beraktivitas di dalam radius 3 kilometer, dan perluasan sektoral berjarak 5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu,” kata petugas pos pengamatan Gunung Api Ibu, Exl Roeroe.

Kepala BPBD Halbar Gunawan MT.Ali dikonfirmasi menyampaikan, letusan pada Senin pagi ini masyarakat di beberapa Desa wilayah Kecamatan Ibu sudah mulai terkena dampak dari abu vulkanik. “Saat ini informasi yang diterima, masyarakat yang berada di beberapa desa, kecamatan Ibu sudah terkena dampak abu fulkanik,”ungkapnya.

Baca jugaSiaga Gunung Ibu, Lokasi Pengungsi Gam Ici Lebih Aman

Akibat abu vulkanik itu, Kementerian Sosial (Kemensos) langsung bergerak mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak erupsi gunung Ibu di Kabupaten Halbar.

Menurut koordinator Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemnsos, Muhammad Delmi,  bahwa bencana erupsi gunung Ibu sudah diketahui Menteri Sosial, Tri Rismaharini.  Untuk itu, dirinya ditugaskan  langsung untuk melakukan assessment di lokasi terdampak abu vulkanik.

“Kami juga bawa bantuan berupa makanan anak, sandang dewasa, popok anak, kasur dan masker. Kemudian alat evakuasi dan peralatan penerangan untuk antisipasi ketika terjadi letusan hingga pemadaman lampu juga ada. Semua sudah kami ikhtiar,”katanya kepada wartawan.

Selain itu, pihaknya membangun beberapa tenda darurat untuk menempatkan logistik di lokasi yang sudah ditentukan BPBD Halmahera Barat .  Jika ada mobilisasi masyarakat untuk diungsikan, pihaknya sangat siap  menyiapkan dapur umum di masing-masing tenda.

“Kami juga siapkan dapur umum untuk menjamin bahwa masyarakat harus tetap makan,” kata  Muhammad Delmi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *