BORERO.ID TERNATE – Masyarakat saat ini rupanya banyak melirik sektor pertanian, bahkan telah melanda masyarakat di kawasan perkotaan melalui budidaya urban farming. Urban farming adalah sebuah konsep memindahkan pertanian konvensional menjadi pertanian perkotaan. Salah satu bentuk praktiknya adalah dengan sistem hidroponik.
Konsep tersebut saat ini digalakan Dinas Pertanian Kota Ternate, melalui penerapan holtikultura berbasis pariwisata, dengan luasa areal mencapai 4 hektar di Kelurahan Lotto. Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Thamrin Marsaoly menjelaskan, konsep holtikultura farming yang digagas itu, inovasinya adalah pertanian dan pariwisata bakal dilaunching dalam waktu dekat.
Menurut Thamrin, konsep holtikultura berbasis pariwsata tersebut, selain mengintegrasikan pertanian dan pariwsisata, juga menjadikan pertanian sebagai edukasi. ” Dimana untuk sarana pendukung infastuktur nantinya disiapkan pariwsata, sementara kami menyiapkan holtikultura seperti cabe, dan sayur mayur, tomat dan tanaman holtikultura lainya,” kata Thamrin.
Konsep tersebut lanjut dia, juga telah ditindaklanjuti dengan penandatangan MoU dengan pihak Unkhair Ternate dan UMMU. Mahasiswa telah selesai mata kuliah akan ditempatkan di lokasi tersebut untuk melakukan riset. Selain itu juga, budidaya urban farming melalui holtukultura berbasis pariwsat, tentu disambut positif pihak Bank Indonesia, sebagai wujud menekan laju inflasi.
” Hal ini, tentu butuh dukungan semua pihak, terutama dukungan suport dari pemerintah, baim dari produksi bibit, pupuk maupun sarana lainya,” ujarnya.
Menurut Thamrin, program tersebut sangat menbantu pemrintah, terutama peningkatan perekonomian para petani dengan target dari Dinas Pertanian Kota Ternate menargetkan untuk panen nanti sebanyak 90 ton. (Red/Nyi)


