BORERO.ID – Delapan Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDIP) Kota Tidore meminta Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Kota Tidore mengevaluasi 12 Anggota DPRD kota Tidore Kepulauan dari fraksi PDIP, Bahkan jabatan Ketua DPRD yang dijabat Ade Kama juga perlu dievaluasi.
Gejolak internal yang terjadi pada partai PDIP Kota Tidore itu dibenarkan sekertaris DPC PDIP Kota Tidore Yudi Wahid saat ditemui sejumlah awak media, selasa 27 Januari 2026. Ia mengakui adanya tuntutan atau aduan yang diminta para PAC termasuk mengevaluasi ketua DPRD kota Tidore Kepulauan Ade Kama.
“Memang, mereka delapan PAC sudah memasukan surat ke kami kemarin,” Kata Yudi
Ia menuturkan, pihaknya akan menggelar rapat internal untuk menindaklanjuti tuntutan delapan PAC, para anggota DPRD fraksi PDIP dan pengurus PAC juga akan Dihadirkan dalam rapat tersebut.
“Dalam rapat akan dibahas atau menindak lanjuti tuntutan-tuntutan pengurus PAC, dengan bersandar pada mekanisme AD ART partai. Untuk itu, DPC akan tetap meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait, yakni para anggota fraksi dan PAC,” Ujarnya
Ia mencatat, ada beberapa pion yang dilayangkan PAC, namun inti keberatan yang digaungkan pihak PAC lantaran anggota DPRD Kota Tidore fraksi PDIP terkesan hanya menggap para pengurus tingkat PAC hanya sebelah mata, Sehingga bisa dimaknai, bahwa poin keberatan itu dimaksudkan agar evaluasi ke arahan perbaikan yang lebih baik lagi.
“PAC ini menilai bahwa fraksi tidak menjalan prinsip tiga pilar yakni legislatif, struktural dan pemerintahan. Jadi, PAC menganggap masih ada ketimpangan disitu,” Ungkap Yudi.
Disisi lain, tuntutan keberatan yang tunjukkan delapan PAC PDIP Kota Tidore itu mendapat perhatian serius dari Ketua DPD PDIP Provinsi Malut, Muhammad Sinen. Baginya, suara pengurus PAC maupun Ranting dan Anak Ranting harus didengar. Karena, ujung tombak sebuah partai itu ada di tingkat bawah.
“Kekuatan partai itu dibangun dari bawah, bukan dari atas. Jadi wajib hukumnya suara dari bawah itu didengar dan ditindaklanjuti,” Kata Muhammad Sinen.
Ia menyampaikan pernyataan ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bahwa jika masuk ke partai hanya ingin cari hidup di partai lebih baik keluar dari partai atau memanfaatkan partai demi keuntungan pribadi maka lebih baik keluar.
“Saya baru tahu kalau ada protes dari PAC ini. Partai ini besar karena kekuatan dari bawah, bukan dari atas. Partai ini mengajarkan kepada kadernya tentang solidaritas, kekompakan. Tapi kalau ada anggota DPRD yang setelah dilantik kemudian menjauh dari kader-kader ditingkat bawah maka perlu dievaluasi,” tegasnya. **


