Sail Tidore, BPJN Dukung dan Pacu Infrastruktur Pendukung

Salah satu sarana pendukung yakni pekerjaan trotoar jalan yang dikerjakan oleh BPJN Malut untuk menyambut sail tidore (dok : borero.id)

BORERO.ID TIDORE— Sail Tidore beberapa waktu lalu resmi dilaunching di Auditorium Kementerian Perdagangan RI. Sail Tidore bertema ,” TIDORE : Kota Warisan Dunia, Perekat Bangsa-Bangsa” ini rencananya digelar tanggal 25 sampai 29 November 2022. 

Tentu segala persiapan perlu dimatangkan sebelum hari H, bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara serta Pemerintah Daerah Tidore Kepuluan sebagai tuan rumah. Harapan persiapan itu juga digaungkan Menteri Perdagangan RI, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri PUPR, hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, untuk memacu terutama sarana infrastruktur pendukung.

Karena itu, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara langsung action menggenjot sarana pendukung di Kota Tidore Kepuluan. Sebab, Sail Tidore akan didatangi tamu dari berbagai Negara. Sail Tidore juga pintu masuk memperkenalkan diri sebagai salah satu kawasan parawisata, jalur rempah-rempah, dan sektor perekonomian di mata dunia. 

” Saat ini dipacu sarana pendukung dari BPJN adalah sarana pejalan kaki trotoar, perbaikan longsoran, rehab jalan mayor/minor serta perbaikan jembatan berkala demi persiapan Sail Tidore”kata Kabalai Malut Herdianto Arifin melalui PPK Nanti H. Lumbantobing kepada borero.id

Pihaknya sangat mendukung Sail Tidore dengan waktu sangat mempet ini, karena digelar 25 sampai 29 November 2022.  Meski demikian, Tobing menegaskan pekerjaan saat ini terus dipacu agar pada saat Sail berlangsung sarana yang dibangun dapat dinikmati oleh masyarakat maupun tamu lainya.

“Kita saat ini terus memacu semua item-item pekerjaan yang ada di Sail Tidore ini. Tidak ada kata istrahat karena waktu juga sangat mepet jadi, saya perintahkan kontraktotor harus gercep (gerakan cepat). Waktu pelaksanaan yang singkat kami mamfaatkan agar sarana pelaksanaan penunjang Sail Tidore bisa disiapkan sebaik mungkin,” jelasnya.

“Kita sengaja pake pekerja lokal ini supaya, efisiensi waktu dalam mobilisasi tenaga kerjanya juga tidak menguras waktu. Jadi pekerja itu setiap spot warga disitu yang kerjakan biar cepat,” sambung Tobing mengahiri. (Red)

 

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *