Cokelat Olahan Asal Kepulauan Sula Tembus Pasar Eropa

Ekspor perdana chocolate bars asal Kepulauan Sula yang dilakukan pelapasan secara simbolis di bandara babullah Ternate (Dok : Gandi/borero.id)

BORERO.ID TERNATE– Daerah Maluku Utara (Malut) secara umum merupakan penghasil komoditi rempah-rempah sudah terkenal semenjak dahulu kala. Komoditi rempah-rempah yang dikeluarkan dari Malut selama ini masih berbentuk bahan mentah yang mengakibatkan nilai jual komoditi rempah menjadi tidak optimal.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang menjalankan fungsinya sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance, tak henti-hentinya berupaya menggerakkan perekonomian dengan pemberian asistensi yang berkesinambungan terhadap pelaku ataupun badan usaha. Salah satunya yakni asistensi terhadap PT. Inti Bumi Enterprises yang memiliki keinginan teguh untuk mengolah komoditi rempah (kakao) asal Kabupaten Kepulauan Sula, Malut, menjadi chocolate bars yang dapat dinikmati semua kalangan penikmat cokelat.

Alhasil, keteguhan dan komitmen penuh dalam melenggangkan niat Ekspor berbuah manis, dengan terselenggaranya kegiatan Ekspor perdana chocolate bars asal Kepulauan Sula, Malut. “Hari ini, bertempat di Kargo Bandara Sultan Babullah Ternate, secara simbolis melaksanakan pelepasan ekspor perdana oleh PT Inti Bumi Enterprises,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Shinta Dewi Arini kepada borero. id, Jumat (18/11/2022).

Menurut dia, PT Inti Bumi Enterprises sukses mengekspor ke pasar internasional. Sebanyak
dua koli chocolate bars dengan estimasi berat netto 22,4 kilogram dan berat bruto 38 kilogram dengan tujuan ekspor ke Glascow, Skotlandia (United Kingdom).

“Bea Cukai Ternate tak bergerak sendirian dalam proses terselenggaranya ekspor perdana oleh PT Inti Bumi Enterprises. Pelaksanaan ekspor perdana ini juga dihadiri oleh Badan Karantina Pertanian Ternate dan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Sultan Babullah Ternate,” ujarnya.

Lanjut dia, ekspor perdana PT Inti Bumi Enterprises yang merupakan UMKM, tentunya diharapkan mampu menaikkan posisi tawar UMKM Malut di pasar internasional. “Semangat ini juga diharapkan mampu berdampak positif, dan masif kepada para pelaku UMKM lainnya, yang mampu mengelola rempah-rempah menjadi produk akhir dengan kualitas dan bernilai ekonomi tinggi,” jelasnya mengakhiri. (Gan)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *