Soal Sampah, Belajar ke Bali Harus Diterapkan di Ternate

Foto : tumpukan sampah yang bakal terseret ke laut Pulau Ternate. (Kieraha.com)

BORERO.ID TERNATE– Sampai saat ini metode penanganan sampah dari hasil Studi Banding (Stuban) ke Bali yang diikuti para Lurah se-Kota Ternate beberapa waktu lalu  belum terlihat di setiap kelurahan. Hal ini diharapkan secepatnya diimplementasikan di setiap masing-masing kelurahan, tentang cara menangani sampah yang baik dan terukur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Tonny S Pontoh, mengatakan pihaknya akan secepatnya menagih hasil studi banding terkait penanganan sampah di Bali yang diikuti para lurah beberapa waktu lalu.

” Kami meminta camat dan lurah yang berangkat ke Bali beberapa waktu lalu agar menerapkan tentang penanganan sampah di kelurahan,” katanya kepada media baru-bari ini.

Menurut Tonny, jelang akhir tahun 2022 volume sampah di Kota ternate mulai normal dari 70 sampai 80 ton. Ini karena setiap kegiatan difokuskan pada jalan protokol. Bahkan dia mengaku, saat ini DLH kekurangan armada, namun tidak menjadi masalah. Lantaran pihaknya tetap berupaya memaksimalkan dengan pelayanan yang ada.

“Sebagaimana perintah Wali Kota, tetap melaksanakan tugas meskipun kekurangan armada. Dan kita harapkan bukan hanya pada DLH, tapi secara teknis meminta kesadaran masyarakat, terutama camat dan lurah yang berangkat ke Bali itu tolong telah diterapkan di Kota Ternate,” ujarnya.

Kendaraan sampah jenis kaisar  yang telah didistribuskan di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Ternate Utara, Tengah, dan Selatan. (Dok : borero.id)

Tonny, berharap kepada Lurah dan Camat jangan hanya berdiam dan tinggalkan DLH bekerja terus. Karena sudah ada  bantuan motor caisar itu perlu percepatan pembersihan sampah. “Wali Kota sudah serahkan untuk pembinaan sampah masing-masing wilayah maka segera dilakukan,” bebernya.

Salin itu. dia juga mengingatkan untuk Ternate Utara agar membuang sampah di trans depo Tubo, untuk Ternate Tengah di trans depo Bastiong Karance, dan Ternate Selatan di Kalumata.

“Jadi ada tiga trans depo yang ditertibkan sebagai pembuangan sampah. Tolong ini diperhatikan,” pintah Tonny. (Gan)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *