PDI-P Ternate Akui Belum Terima Laporan Masalah MS

Ilustrasi kasus dugaan penipuan (dok : istimewa)

BORERO.ID TERNATE– DPC PDI-P Kota Ternate, sejauh ini belum mengantongi laporan permasalahan oknum anggota DPRD Kota Ternate dari farksi PDI-P insial MS. MS dipolisikan seorang pengusaha berinisial SL, belum lama ini di Mapolsek Ternate Selatan terkait kasus dugaan penipuan uang ratusan juta.

Sekretaris DPC PDI-P Kota Ternate, Muhaimin S Chalil, mengatakan masalah dugaan tindak pindana berarti masalah hukum, pasti  diproses secara hukum yang berlaku. “Sampai hari ini partai belum diberitahukan secara resmi dari pihak manapun, termasuk BK DPRD Ternate,” kata Muhaimin, Sabtu (21/1/2023).

Ia menegaskan, partai akan memberikan sangsi bagi kader yang melanggar hukum (pidana), jika terbukti melanggar dan sudah keputusan tetap.

Selain itu, ditanya soal bantuan aspirasi tahun anggaran 2022 berupa mesin kantinting 15 PK dari Dinas Perikanan Ternate. Namun, SM diduga dengan sengaja memberikan kepada warga Desa Samo, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Menurut sekretaris DPC PDI-P Kota Ternate pihaknya akan meninjau hal tersebut. ” Yang pasti partai akan mengevaluasi kinerja anggota fraksi kami,” ujar Muhaimin.

Akademisi Unkhair Ternate, Muammil Sunan, mengatakan dana aspirasi DPRD harus digunakan untuk membantu masyarakat/ konstituen di Dapilnya. Bahkan setiap anggota DPRD dalam lakukan reses untuk mencari informasi dari masyarakat/konstituen terkait kebutuhan mereka. Apabila ada oknum DPRD melanggar ketentuan umum yang berlaku maka harus bertanggungjawab.

” Dan apabila ada oknum DPRD yang ingin membantu keluarga diluar dapilnya, harusnya menggunakan uang pribadi. Oknum DPRD itu perlu diberikan sanksi dari partai, karena bisa diduga melakukan penyelewengan keuangan tidak sesuai kebutuhan masyarakat pada Dapilnya,” kata Muamil Sunan.

Sementara, Kadis Perikanan dan Kelautan Kota Ternate, Faisal Dano, mengatakan pihaknya bakal segera memanggil kelompok yang bersangkutan, baru kemudian diambil langkah-langkah selanjutnya. ” Kelompok penerima sesuai berita acara berdomisili di kelurahan Sangaji. Bahkan tadi saya sudah hubungi via telpon tapi belum tersambung,” kata Faisal. (Gan)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *