BORERO.ID TERNATE– Muhammad Syafei sejak ditunjuk Wali Kota Ternate pada 21 Desember 2022 lalu sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Ake Gaale Kota Ternate dapat diandalkan. Ia memastikan sejuah ini mampu menyelesaikan sejumlah persoalan yang menjadi tuntutan para karyawan seperti aksi demonstrasi kepada direksi Abubakar Adam beberapa bulan lalu.
Kepada media ini, Syafei mengaku berbagai persoalan di internal Perumda Ake Gaale yang diselesaikan seperti mengembalikan insesntif pengecekan meter air, mengembalikan insentif makan minum, serta point lebih penting lagi dapat mengembalikan daftar PHDP atau penghasilan dasar pensiun. PHDP ini, ia tandatangani dengan pengembalian dari tahun 2018 ke tahun 2021.
Menurutnya, perubahan tersebut otomatis karyawan sudah pensiun akan mendapatkan pensiun lebih besar sebagaimana point tuntutan saat disampaikan dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. “ Jadi point –point penting itu tertuang dalam SK penjukan sebagai Plt, saat ini sudah diselesaikan. Para karyawan juga sudah kembali ke pos masing-masing dan menjalankan tugas meraka. Sekarang ini fokus kedepan, bagaiamana meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat,” kata Syafei, Kamis(26/1/2023).
Untuk peningkatan pelayanan air bersih, kata dia, sementara dilakukan pendataan ulang menyangkut distribusi air bersih sehingga dibuat zonasi. Hal ini juga bertujuan ketika ada kebocoran pipa misalnya bisa diketahui dan secepatnya dilakukan perbaikan. Mengingat saat ini hampir sebagian besar jaringan pipa sudah dimakan usia, kemudian kerusakan pompa di Ngade yang dalam waktu dekat segera diperbaiki.
“ Untuk kerusakan pompa di Ngade ini dalam waktu dekat secepatnya diperbaiki oleh teknisi. Kita juga akan menggelar pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai Malut untuk mencari solusi salah satunya distribusi air bersih bagi 50 KK di kelurahan Tubo dan Ternate Utara yang belum menikmati air bersih,” kata Muhammad Syafei.
Terpisah, ketua komisi II DPRD Kota Ternate Mubin A. Wahid, usai menggelar kunjungan kerja ke Perumda Ake Gaale Ternate mengatakan dalam kunjungan tersebut ada beberapa catatan disampikan untuk menjadi bahan evaluasi. Hal ini dalam rangka peningkatan pelayanan air bersih setelah adanya penunjukan Plt oleh Wali Kota Ternate.
Mubin menjelaskan, peningkatan pelayanan air bersih memerlukan revisi rencana bisnis. Sebab saat ini acuanya masih dipakai yang lama sehingga perlu direvisi untuk 5 tahun kedepan. ” Usulan ini telah diterima dengan baik pihak perumda dan berjanji melakukan revisi,” ujarnya.
Selajutnya menyangkut pelayanan air bersih, di beberapa titik belum terlayani seperti di Tongole, ujung Kelurahan Maliaro, hingga pelayanan air bersih bagi 50 KK di Kelurahan Tubo. Menurutnya, pelayanan air bersih tentu menjadi pelayanan dasar dan kewajiban pemerintah daerah. ” DPRD kedepan juga mendorong alokasi anggaran secara maksimal baik melalui bantuan dana hibah, atau melalui balai sehingga kendala-kendala dihadapi Perumda Ake Gaale juga bisa terjawab,” kata Mubin. (Gan)


