BORERO.ID,- Pelaksanaan vaksinasi di kota Tidore kepulauan terus berlanjut, setelah sebelumnya tenaga kesehatan, kini sudah memasuki tahap II yakni pada peserta pelayanan publik yakni seperti pihak kepolisian, TNI dan Para ASN yang melakukan pelayanan dengan masyarakat, Hingga saat ini, pelaksanaan vaksinasi masih dilaksanakan ke tenaga kesehatan serta pelayanan publik.
Kelapa Dinas kesehatan kota Tidore kepulauan dr. Abdullah Maradjabessy saat diwawancarai rabu (10/3) menjelaskan bahwa proses vaksinasi sudah masuk pada tahap II.”Sekarang sudah masuk tahap II, tahap I kan untuk tenaga kesehatan, sementara tahap II ini untuk pelayanan publik,”jelas mantan Direktur RSD Tikep itu.
Abdullah mengaku mulai tanggal 18 januari 2021 hingga saat ini, yang sudah tervaksinasi pada tahap I sebanyak 1352 tenaga kesehatan dengan jumlah dosis yang tersedia 2.704 dosis.”Sekarang ditahap II ini dosis yang diberikan dari provinsi sebanyak 400 dosis, ini diperuntukan untuk 200 orang yang bekerja dipelayanan publik, kenapa 400 dosis hanya disuntik 200 orang, karena satu orang harus mendapatkan vaksin sebanyak dua kali,”terangnya.
Abdullah menambahkan, tahap II yang baru dilakukan vaksinasi diantaranya BPOM sebanyak 20 orang, disdukcapil 20 orang dari 32 pegawai, polres tikep dari 327 anggota yang disuntik baru 100 lebih anggota.”Rencana kodim dilaksanakan hari senin,”kata Abdullah.
Abdullah menegaskan vaksinasi akan dilakukan sampai pada tahap IV. Namun, Abdullah mengatakan masyarakat yang ditargetkan untuk lakukan vaksinasi adalah masyarakat yang umur diatas 18 tahun keatas. Abdullah bahkan mengaku proses vaksinasi merupakan salahsatu pekerjaan rumah terbesar yang harus dituntaskan.”Menurut data dari disdukcapil, masyarakat yang umur diatas 18 tahun itu sebanyak 79 ribu. Jadi mekanisme pelaksanaan vaksin ini dilakukan empat tahap, tahap I tenaga kesehatan, tahap II pelayanan publik, lansia, kemudian seterusnya masyarakat,”ungkapnya.
Tentu melakukan pelaksanaan vaksinasi ke 79 ribu warga tikep itu bukan hal yang mudah bagi dinkes tikep. Tentu perlu dilakukan upaya keras agar mampu mencapai target tersebut.”Jadi pencapaian target ini bisa maksimal yang pertama adalah ketersedian vaksin serta sosialisasi, bayangkan saja, dari 79 ribu yang ditargetkan baru seribu lebih yang divaksin,”tandasnya.
Untuk memperlancar pelaksanaan vaksinasi, Abdullah mengaku saat ini dinkes telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk pelaksanaan vaksin selama satu tahun.”Anggaran yang disiapkan itu sebesar Rp 18 miliar, tetapi masih dalam perencanaan. Kegiatanya juga sudah kami susun. Tetapi ini juga tergantung kemampuan keuangan daerah, jadi anggaran sebesar itu tidak mungkin terpakai semua. Tapi anggaran ini bukan untuk vaksin, tetapi proses pelaksanaannya,”pungkasnya.(Lee).


