UT Ternate Gandeng UMKM Kelola Kerajinan Sampah di Tafure

BORERO.ID, TERNATE –  Penguatan tridarma perguruan tinggi tentang pembelajaran, penilitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang harus dilakukan tenaga pengajar atau dosen di setiap Tahunnya. Hal ini seperti ditunjukan Dosen Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Ternate dengan menggandeng UMKM di kelurahan Tafure untuk mengelola Kerajinan sampah atau limbah organik dan non-organik.

Dosen UPBJ UT Ternate Mohbir Umasugi, yang juga selaku Ketua tim PkM melalui siaran persnya mengatakan, pada Tahun 2021 ini pihaknya bersama tim akan melaksanakan PkM berjudul, “Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Parada Collection Dalam Pemanfaatan Limbah Organik dan Non-Organik di Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate”.

Pelaksanaan PkM ini berawal dengan pengajuan Proposal ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Terbuka akhir tahun 2020 lalu. Karena lewat tahap seleksi PkM,  kemudian dinyatakan lulus sehingga dilaksanakan tahun ini (2021).

Menurut Mohbir, pelaksanaan PkM tahun ini pihaknya memilih pengembangan terhadap pelaku UMKM karena sudah 1 tahun lebih menghadapi situasi darurat Covid-19 yang berdampak pada pengusaha besar. Meski demikian, UMKM masih terus berjalan, UMKM membuat roda ekonomi terus berputar di bawah, transaksi jual beli tetap terjadi, perputaran uang terus tidak berhenti ditangan para pelaku UMKM.

“Saya berharap pelaksanaan PkM ini akan menjadi role model bagi para UMKM lainnya,” katanya

Mohbir menambahkan pelaksanaan PkM di tengah pendemi covid19 tetap dilaksanakan karena peserta PkM tidak lebih dari 15 orang dan tim PkM dalam pelaksanaannya tetap mematuhi protokol kesehatan dengan peserta diwajibkan cuci tangan sebelum kegiatan, memakai masker, dan jaga jarak.

“Setelah pelaksanaan PkM ini akan ada luaran Jurnal yang nantinya kami seminarkan di kampus pusat Universitas Terbuka di Jakarta dan membawa prodak kerajinan dari kelompok sasaran PkM” tambahnya.

Sementara Muhammad Darsan Hi. Adam, S.IP., M.Si selaku anggota pelaksana PkM menjelaskan, pelaksanaan PkM ini terdapat 3 tahapan antaralain pertama, dimulai dengan tahapan penyadaran kepada kelompok sasaran yakni Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Parada Collection.  Tahapan ini dianggap penting karena memberikan dampak kejutan agar kelompok sasaran menyadari betapa besar potensi yang mereka miliki dan perlu dikelola secara maksimal. Tahapan kedua yaitu pemberdayaan kelompok sasaran, tujuan utama pemberdayaan yang dilakukan agar seluruh anggota kelompok memiliki sumberdaya yang unggul, pengetahuan yang baik akan kerajinan yang ditekuni, serta akses untuk dapat mandiri. Wujud kongkret dari tahapan ini yaitu memberikan peralatan yang dibutuhkan oleh kelompok sasaran seperti mesin gurindam dan mesin bor sebagai peralatan pendukung untuk membuat kerajinan dari sampah organik dan non-organik serta etalase sebagai tempat untuk memajang hasil kerajinan kelompok.

“Sedangkan tahapan ketiga pengembangan kapasitas. Tahapan ini bertujuan meningkatkan keterampilan pembuatan kerajinan dalam pemanfaatan sampah organik dan non-organik yang memiliki has serta nilai jual untuk menambah penghasilan setiap anggota kelompok,” tandas Darsan. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *