BORERO.ID – Pelayanan berbasis digital yang diterapkan Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore Kepulauan diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses kebutuhan kesehatan, tapi sayangnya justru bikin pasien jadi korban.
Salah satu Pasien yang minta namanya tak di publish kepada wartawan mengatakan, dirinya menjadi korban pelayanan digital yang diterapkan RSD Tidore, Kejadian ini, dialaminya di ruangan Gedung Poliklinik Baru RSD Tidore, pada Rabu 16 September 2026.
“Saat proses pendaftaran hampir kurang lebih sekitar 70 pendaftar, mereka sudah mengambil nomor pendaftaran untuk diproses melalui sistem, hanya saja, dalam proses pendaftaran terdapat gangguan jaringan, sehingga tidak bisa dilanjutkan untuk melayani pasien lainnya, Pelayanan mulai macet saat memasuki pendaftar ke 37 dari kurang lebih 70 pendaftar.” Ucap Pasien tersebut.
Ia menuturkan, proses pendaftaran yang lambat, membuat pasien yang datang di pagi hari harus menunggu hingga siang hari. Itupun sebagian besar belum bisa terdaftar karena proses pendaftaran untuk satu pasien bisa memakan waktu sekitar 5 sampai 10 menit bahkan lebih.
“Pendaftarannya cukup lama, setelah didaftar melalui sistem, baru bisa kita ambil nomor antrian untuk menuju ke masing-masing poli,” Tuturnya
Parahnya lagi kata pasien itu, setelah pelayanan digital mengalami gangguan pada sistem, petugas memberikan pilihan kepada para pasien, yakni memilih menunggu atau kembali lagi ke Rumah Sakit esok Harinya.
“Ketika jaringan terganggu, harusnya ada alternatif lain untuk pasien agar bisa dilayani. Bukan malah disuruh menunggu atau kembali di esok hari. Karena pasien yang datang ini, tentu berharap bisa dapatkan pelayanan apalagi yang antri tadi, pasien yang berobat di Poli Umum, Jantung, Penyakit dalam, Bedah dan Kandungan.” Kisahnya.
Ia menambahkan, dengan kejadian tersebut dirinya dan puluhan pasien lainnya terpaksa memilih meninggal Rumah Sakit Tidore serta berikan komentar beragam atas penerapan pelayanan digital.
“Sudah datang jauh-jauh, dan menunggu begitu lama, baru disuruh kembali lagi besok, mereka tidak berpikir kami datang kesini juga mengeluaran biaya,” kesal pasien lainnya
Sekedar diketahui, di masa Kepemimpinan Wali Kota Tidore Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman, telah menitikberatkan pelayanan maksimal di sektor kesehatan. Bahkan Wali Kota sendiri telah menegaskan bahwa pelayanan di RSD Tidore, tidak boleh mempersulit Masyarakat hanya karena persoalan administrasi. Namun hal ini rupanya belum diindahkan dengan baik oleh petugas RSD Tidore khusunya di bagian pendaftaran Gedung Poliklinik. **

