BORERO. ID HALSEL — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Selatan (Halsel) bersama Pemerintah Daerah Halsel melakukan Paripurna tentang penandatanganan nota kesepakatan kegiatan Multiyears Tahun 2023-2024. Paripurna tersebut dipimpin ketua DPRD Halsel, Muhlis Jafar didampingi wakil ketua I, Umar H. Soleman dan dihadiri Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba.
Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Basam Kasuba dalam sambutannya, memaparkan rencana pelaksanaan 13 Program Tahun 2023-2024 dengan anggaran sebesar Rp 270.292.561 miliar. Bassam menyebut, isi nota kesepakatan pelaksanaan 13 program kegiatan dan sub kegiatan untuk biaya pekerjaan Tahun jamak (Multiyears) dan pagu pengembangan kawasan strategis perkotaan Labuha dianggarkan sebesar Rp 270.292.561 miliar dengan pelaksanaan pekerjaan Tahun 2023-2024.
Bassam merincikan, 13 aitem pekerjaan Multiyears yaitu, pekerjaan penambahan ruas 2 jalan Papaloang-Tembal, pelebaran jembatan darat ake Mandaong, pelebaran jembatan darat ake coro Desa Tembal, pembangunan dermaga apung speedboat pelabuhan rakyat Tuwokona, pembangunan dermaga angkutan barang pelabuhan rakyat Tuwokona, pembangunan ruang tunggu (Terminal) pelabuhan rakyat Tuwokona, pembangunan jalan lingkungan dan areal parkir pelabuhan rakyat Tuwokona, pembangunan trotoar penataan kawasan zero point, lapak UMKM milenial dan pembangunan tugu perempatan Papaloang-Tembal dan lain-lain dikerjakan tahun 2023.
Selanjutnya, pekerjaan pembangunan terminal angkutan darat pasar Babang, pengembangan dermaga pelabuhan pasar baru Babang (80 M ke 150 M), pembangunan ruang tunggu terminal pelabuhan pasar baru Babang dan pembangunan pasar Babang akan dibangun pada tahun 2024 mendatang.
“Jadi, maksud ditetapkan kegiatan tahun jamak (Program Multiyears) agar dapat dilaksanakan sesuai program prioritas daerah dan kesepakatan pemda bersama DPRD memberikan kepastian hukum, arah, target, sasaran dan tahapan penyelesaian kegiatan pembangunan dalam satu tahun anggaran,” jelas Basam.
Wakil Bupati Halsel ini menambahkan, tujuan kegiatan multiyears ini untuk memperjelas penyelesaian rencana tahapan pekerjaan per tahun dan kepastian penyelesaian kegiatan.
“Itu dimaksudkan mempermudah proses administrasi pertanggungjawaban program dan waktu kegiatan karena hanya dilakukan satu kali proses pengadaan barang dan jasa dengan pemanfaatan dana agar lebih efektif dan efisien,” pungkas Basam. (Red/Nan)


