BORERO.ID TERNATE – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sitem Informasi Online (Simfoni) ke sejumlah operator informasi data kekerasan perempuan dan perlindungan anak se-Maluku Utara. Bimtek tersebut dipusatkan di Hotel Grend Majang Ternate, Senin (29/11/2022), yang dibuka langsung Kepala DP3A Provinsi Malut, Musyrifah Al Hadar.
Musyrifah kepada media ini mengatakan, kegiatan bimtek kepada operator ini dengan tujuan terupdate sistem yang setiap saat berubah sehingga data kekerasan di wilayah Malut dapat terkafer secara baik. “Harapannya adanya Bimtek ini dapat memberikan edukasi dan keterampilan penginputan data yang lebih baik lagi,” katanya.
Musyrifah menjelaskan, para operator yang mengikuti Bimtek ini sudah dipastikan dalam penginputan data kedepan terkait informasi kekerasan perempuan dan anak bisa lebih baik . ” Dari hasil Bimtek ini usai nanti, ada sistim-sistim yang selalu berubah maka para operator ini bisa secepatnya mengupdatenya,” ucapnya.
Baca juga : DP3A Malut Bentuk SAPA di Sejumlah Desa
Menurut Kepala DP3A Provinsi Malut ini, data kekerasan terhitung November 2022 sebanyak 242 dan paling tertinggi di Kota Ternate dari beberapa Kabupaten/Kota lainnya. “Sebagaimana diketahui tahun 2019-2022, beberapa kekerasan terhadap perempuan dan anak berulang kali terjadi isu viral di media cetak dan media saiber. Namun, tidak semua tidak tercatat dalam data Simfoni,” katanya.
Dia menambahkan bahwa, demi mewujudkan keterpaduan dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengendalian pembangunan maka perlu didukung dengan data yang kompeten. ” Karena komitmen Presiden begitu kuat akan tata kelola data semacam ini. Karena data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita,” kata Musyrifah. (Gan)


