DPPPA Malut Bentuk SAPA di Sejumlah Desa

Kadis PPPA Provinsi Malut Musyrifah Alhadar. (Dok : Istimewa)

BORERO.ID TIDORE – Peluncuran pengembangan model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut) Tahun 2022, yang dipusatkan di Kota Tidore Kepulauan beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Igusti Ayu Bintang Darmawati.

Selajutnya bakal segara ditindkalanjuti di beberapa Kabupaten/Kota termasuk Kota Tidore Kepuluan. Rencanya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Maluku Utara (Malut) membentuk satu program yang dinamai Sahabat Perempuan dan Anak atau disingkat SAPA. Program SAPA ini menjadi instrumen atas tindaklanjuti lauching pengembangan model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dari Menteri Igusti Ayu Bintang Darmawati untuk disosalisaikan ke sejumlah Desa di Kabupaten/Kota.

” Untuk menindaklanjuti kegiatan dari menteri beberapa waktu lalu, maka tahapan akan sosialisasi  ke desa-desa yang telah ditetapkan di 4 kabupaten dan 1 kota. Kegiatan itu sudah diawali di pulau morotai,” ujar Kadis PPPA Provinsi Malut Musyrifah Alhadar saat dikonfirmasi lewat via WhatsApp.

Selajutnya berlangsung di Kabupaten Kepulauan Sula,  Kabupaten Halmahera Selatan,  Halmahera Utara, dan Kota Tidore Kepulauan. Tahapan sosialisasi ini sekaligus dibentuk program  SAPA yaitu Sahabat Perempuan dan Anak.

Menurut Musyrifah, SAPA berfungsi untuk membantu para fasilitator daerah guna melihat kepentingan paling mendasar bagi para perempuan dan anak di tiap-tiap Desa yang disesuaikan dengan potensi Desa. ” Supaya program yang masuk ke desa akan sesuai kebutuhan para perempuan- anak,  dan tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan di desa masing-masing,”jelasnya.

Kepala Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepuluan, Abd Rasyid Abd Latif secara terpisah saat di konfirmasi mengaku,  kegiatan launching dari provinsi itu jika sudah tindak lanjut dari provinsi maka  dilakukan sesuai dengan program yang direncanakan. ” Kami masih menunggu program yang disampaikan dinas provinsi untuk ditindak lanjuti ke desa yang sudah dicanangkan agar tidak terjadi tumpang tindih,” singkatnya.(Red/Poel)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *