BORERO.ID – Pemerintah Kota Tidore berkomitmen terus lakukan penataan aset sehingga semua aset menjadi tertib dan terkendali, serta mendorong perbaikan guna mengantisipasi kebocoran pendapatan, sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah di Kota Tidore Kepulauan.
Hal tersebut disampaikan Walikota Tidore Muhammad Sinen saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi yang berfokus pada area pengelolaan barang milik daerah dan optimalisasi penerimaan daerah bersama Tim Koordinasi dan Supervisi KPK RI, di Aula Sultan Nuku, Kamis (19/6/2026).
“Setelah saya dan Bapak Ahmad Laiman terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kami berkomitmen untuk kembali menaikkan capaian nilai MCSP kedepannya, komitmen itu kemudian kami tuangkan dalam RPJMD sebagai salah satu indikator kinerja daerah, sehingga kami dapat mengontrol progres capaian MCSP melalui indikator tersebut,” Kata Aya Erik sapaan Muhammad Sinen.
Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, terkait dengan Aset Pemda berupa tanah, rumah dinas maupun kendaraan dinas, Pemkot Tidore akan terus berkomitmen untuk melakukan penataan, sehingga semua aset tersebut dapat terkendali dan menjadi tertib.
Baca juga : Diduga Mangkrak, KPK Bidik Proyek di Rumah Sakit Sofifi
“Besar harapan kami, Tim Koordinasi dan Supervisi Direktorat Wilayah 5 KPK RI bersama Tim terus memberikan dorongan, serta selalu membuka diri untuk kami berdiskusi, sehingga harapan saya dengan Pak Wakil untuk bisa mencapai zona hijau berdasarkan penilaian MCSP dapat tercapai kedepannya,” Ujarnya
Acara pembukaan rakor pencegahan KKorupsi KPK ini diikuti Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Staf Ahli dan Asisten Sekda, Kepala Kantor Pertanahan, Kepala KPP Pratama Ternate, Kepala Kantor Cabang BPD Maluku Utara, Pimpinan OPD serta para admin MCPP.


