TIDORE  

Tahun Ini Pemkot Tidore Bangun Terminal Transit di Kecamatan Oba

Walikota Tidore Muhammad Sinen dan Wakil Walikota Tidore Ahmad Laiman

BORERO.ID – Pemkot Tidore dibawah kepemimpinan Muhammad Sinen dan Ahmad Laiman ingin mewujudkan mimpi besar menjadikan Kecamatan Oba sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Pusat pertumbuhan ekonomi tersebut, dimulai dengan pembangunan Terminal Transit yang bakal di Bangun Tahun ini, hal itu sesuai dengan pengalokasian anggaran yang sudah tercatat pada di dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan Ardiansyah Fauji menyatakan pembangunan terminal transit yang telah direncanakan Pemkot Tidore merupakan wujud dari keseriusan Muhammad Sinen dan Ahmad Laiman, untuk menjawab kesenjangan sosial di daratan Oba.

“Adanya terminal itu diharapkan membuka sektor-sektor ekonomi baru bagi Masyarakat yang ada di Kecamatan Oba. Selain dilakukan pembangunan terminal, juga akan dibangun ruko untuk dimanfaatkan oleh Masyarakat setempat,” Katanya

Ketua Komisi III DPRD Tidore, Ardiansyah Fauji

“Semangat paling dasar membangun Terminal transit di Kelurahan Payahe ini, juga menjadi solusi untuk mengurai konflik yang selama ini terjadi antara Organda di wilayah Oba dan Organda Kabupaten Halteng,” Sambung Ardiansyah

Ia menuturkan pentingnya dibangun terminal transit di Payahe, agar dapat menjadi penghubung antar Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan dan Kota Tidore Kepulauan.

“Apabila jalan Payahe-Dehepohodo sudah tuntas dibangun oleh Pemerintah Provinsi, kemudian aktivitas transportasinya juga sudah lancar, maka kita sudah bisa memotong perjalanan laut yang cukup jauh dari Gane Barat dan Gane Timur (Kabupaten Halsel), ke Kota Tidore Kepulaun,” Ujarnya

Ia menjelaskan, dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan terminal transit di kelurahan payahe, dirancang kurang lebih senilai Rp 28 Miliar. Pembangunan ini, nantinya akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan dua sumber pendanaan, yakni APBD Kota Tidore, dan bantuan dari Kementrian Republik Indonesia.

“Untuk tahap pertama ini dilakukan pekerjaan timbunan yang telah dialokasian 3 Miliar lebih. Sebab di lokasi itu penuh rawa, sehingga membutuhkan perpadatan struktur tanah, agar kedepan ketika dibangun ruko, tidak berpengaruh terhadap struktur tanah,” Pungkasnya **

Penulis: Airin***Editor: Asmul Yuben
\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *