BORERO.ID – Insiden terbalik dan tenggelamnya sebuah perahu nelayan yang ditumpangi satu orang dewasa dan tiga anak di perairan tulang ikan kelurahan Dufa-Dufa Ternate, sempat dilihat seorang saksi kemudian berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.
Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, melalui Kasi Humas Polres Ternate Iptu Ekan Mukadar menyampaikan, bahwa terjadi perahu terbalik saat melakukan aktivas memancing di perairan seputaran taman ikan dan mengakibatkan satu orang dewasa meninggal dunia, dua anak berhasil diselamatkan dan masih menjalani perawatan medis, sementara satu anak lainnya hingga saat ini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.
Ia menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 09.50 WIT. Saat itu, seorang saksi melihat empat orang menaiki perahu untuk melakukan aktivitas memancing di sekitar Pantai Tulang Ikan, Kelurahan Dufa-Dufa.
“Sekitar pukul 10.00 WIT, perahu yang ditumpangi keempat korban tiba-tiba terbalik sehingga seluruhnya terjatuh ke laut. Tiga orang anak terlihat saling berpelukan dan terbawa arus,” kata IPTU Ekan Mukadar, Minggu 13 September 2026.
Saksi lanjut Kasihumas, kemudian berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar. Mendengar teriakan tersebut, saksi lainnya segera menggunakan sampan kecil untuk memberikan pertolongan.
Saat berupaya menyelamatkan ketiga anak tersebut, dua anak berhasil dipegang dan dievakuasi, sedangkan satu anak lainnya terlepas dari genggaman dan terseret arus laut. Pada saat bersamaan, korban dewasa juga terbawa arus dan berhasil diselamatkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Sekitar pukul 10.30 WIT, dua anak yang berhasil diselamatkan bersama korban dewasa dibawa ke Rumah Sakit Islam untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, sekitar pukul 10.45 WIT, korban dewasa atas nama Mudaffar (44), warga Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka.
Sementara itu, dua korban anak yang berhasil diselamatkan, yakni Ibrahim (8) dan Zaid Abdullah (10), masih menjalani perawatan medis. Adapun korban anak bernama Muhammad Affan (6) hingga saat ini masih belum ditemukan dan diduga terseret arus laut.
Personel Piket SPKT Polsek Ternate Utara bersama personel Polres Ternate tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengamankan lokasi, serta mengumpulkan bahan keterangan terkait kejadian tersebut.
Selanjutnya, Tim SAR Polairud Polda Maluku Utara tiba di lokasi dan melaksanakan upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang. Pada pukul 12.00 WIT, Tim Basarnas Kota Ternate juga tiba di lokasi dan bersama unsur TNI AL serta tim penolong lainnya melanjutkan pencarian terhadap korban.
Kasi Humas Polres Ternate menyampaikan bahwa kondisi arus laut di sekitar lokasi saat kejadian dilaporkan cukup kuat. Kondisi itu menyebabkan korban yang terjatuh ke laut terbawa arus dan menyulitkan proses pertolongan serta pencarian terhadap korban yang masih hilang.
“Polres Ternate bersama Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut serta mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di perairan,” Ujarnya
Dalam penanganan kejadian tersebut, personel kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara, mengumpulkan bahan keterangan, membuat laporan segera, serta berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan dalam proses pencarian korban.
Hingga laporan ini dibuat, pencarian terhadap korban yang diketahui bernama Muhammad Affan usia 6 Tahun masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang melibatkan Polairud Polda Maluku Utara, Basarnas Kota Ternate, TNI AL, serta warga setempat.
“Polres Ternate mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut, khususnya ketika membawa anak-anak, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi keadaan darurat di perairan.” pungkasnya **

