BORERO.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara menyerukan permohonan maaf kepada pengguna jalan khususnya di ruas jalan Sofifi- Payahe Kota Tidore Kepulauan lantaran tengah melakukan perbaikan jembatan Akelamo.
Seruan tersebut disampaikan Plt Kepala BPJN Malut Abdul Hamid Payapo karena dengan pembongkaran jembatan penghubung jalan berdampak pada terganggu nya arus lalulintas.
“Jembatan Akelamo merupakan akses utama penghubung antara ibu kota sofifi ke kab. Halteng dan Halsel dengan panjang bentang 100 meter, Kami mohon maaf ke masyarakat jika nantinya dalam pelaksanaan sedikit mengganggu kelancaran lalu lintas pada ruas tersebut.” Kata Abdul Hamid Payapo, Selasa, 14 September 2026.
Ia menuturkan, guna memastikan arus lalulintas tetap berjalan, pihaknya akan menugaskan Flegman atau petugas pengaturan lalulintas serta pemasangan rambu-rambu Jalan.
“Melalui PPK 2.1 Wahyudi akan menugaskan flagman disertai rambu-rambu Jalan sehingga arus tetap lancar dan aman. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat agar lalu lintas tetap aman dan terkendali,” tutur Abdul Hamid
Pria yang biasa di Sapa Haji Mito itu menjelaskan, lantai jembatan Akelamo dinyatakan sudah tak layak pakai sehingga perlu adanya perbaikan dan saat ini pihaknya telah membangun jembatan darurat sementara dengan kontruksi rangka bailey sepanjang 70 Meter.
“Untuk jembatan darurat, sekarang lagi proses pekerjaan, panjangnya 70 Meter dan rencananya akhir bulan september ini sudah bisa digunakan,” Ucapnya
Meski demikian lanjut Mito, Dirinya menaruh target pelaksanaan perbaikan lantai jembatan Akelamo bakal rampung sebelum puncak arus lalulintas pada bulan Desember 2026 nanti.
“Perbaikan lantai jembatan ditargetkan selama 1 bulan waktu pekerjaan, yaitu pada bulan oktober dan rencana tuntas pada bulan nopember. Kami targetkan sebelum puncak lalu lintas di desember nanti jembatan Akelamo rampung 100%.” Pungkasnya **

