TIDORE  

Pala dan Cengkeh Nyaris Mati Akibat Elnino, Ini Langkah Dinas Pertanian Tidore

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan, M Yusran Abdul Samad, SP.

BORERO.ID – Panas dan Kekeringan (Elnino) yang melanda wilayah Kota Tidore Kepulauan menyebabkan sebagian besar tanaman perkebunan berupa Tanaman pohon Pala dan Cengkeh terancam mengalami kematian.

Menyikapi fenomena Elnino dan menjaga komoditas unggulan tersebut, Pemerintah Kota Tidore melalui Dinas Pertanian mengambil langkah antisipasi matinya tanaman perkebunan.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Tidore Kepulauan, M. Yusran Abdul Samad menyatakan guna meminimalisir terjadi krisis tanaman perkebunan pada musim panas atau elnino, pihaknya lakukan kegiatan perluasan dan rehabilitasi tanaman Perkebunan berupa Pala, Cengkeh, Kelapa dan Kakao.

“Langka yang diambil untuk mengantisipasi matinya tanaman perkebunan adalah dengan adanya kegiatan perluasan dan rehabilitasi tanaman pala, kelapa, cengkeh dan kakao di tahun 2026 ini melalui Kegiatan APBN Kementrian Pertanian.” Kata Kabid

Ia menuturkan, di tahun 2026 Dinas Pertanian dapat alokasi kegiatan APBN meliputi perluasan tanaman pala sebanyak 200 Ha dan rehabilitasi sebanyak 100 Ha, sementara perluasan tanaman Kelapa sebanyak 850 Ha kemudian perluasan Tananam Kakao sebanyak 300 Ha.

“Sehingga bantuan yang diperoleh para petani berupa Benih (bibit tanaman), Pupuk Organik ditambah dengan biaya HOK (Harian Orang Kerja),” Ujar M Yusran.

Baca juga : Kemarau, Buah Pala di Tidore Alami Kerutan dan Gagal Panen

Penyaluran Pupuk Organik

Pentolan Fakultas Pertanian Unkhair itu menyatakan, langkah antisiapsi matinya tanaman lantaran elnino sudah mulai dilakukan sejak bulan kemarin dan saat ini pihaknya masih berada di lokasi menyalurkan bantu ke para petani.

“Penyaluran Pupuk Organik Kelapa dan Pala sudah dilakukan pada awal bulan agustus kemarin, dan penyaluran Benih Kakao dibagikan akhir agustus 2026 sementara benih kelapa dan pala rencananya disalurkan di bulan Oktober nanti sedangkan biaya HOK Petani setelah tersalurnya Pupuk Organik dan Benih,” Tuturnya

Sementara di Tahun 2027 lanjut Yusran, Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan masih mendapatkan alokasi APBN berupa Perluasan dan Rehabilitasi untuk tanaman Pala dan Kelapa.

“Jika tidak ada aral melintang di tahun depan juga rencananya Perluasan dan Rehabilitasi Pala sebanyak 850 Ha, Kakao 1.000 Ha dan Kelapa Dalam 250 Ha dengan Pupuk maupun HOK,” Ujarnya

Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan menjadi solusi dan jawaban kendala matinya tanaman perkebunan pada musim panas (Elnino). **

Penulis: Airin***Editor: Asmul Yuben
\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *