BORERO.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Malut bangun jembatan gantung sebagai akses penghubung desa Tunuo-Gulo kabupaten Halmahera Utara dan pekerjaan selesai lebih cepat dari target perkiraan yang dijadwalkan tuntas pada Desember 2026.
Menariknya, jembatan tersebut dikhususkan bagi mobilitas warga dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.
Plt Kepala BPJN Malut Abdul Hamid Payapo menyampaikan, pembangunan Jembatan Gantung Tunuo–Gulo di Kabupaten Halmahera Utara resmi tuntas 100%, mendahului target rencana Provisional Hand Over (PHO) yang dijadwalkan pada Desember 2026.
Kepastian rampungnya proyek ini setelah ia bersama Kasatker PJN Wilayah I Herman Subair dan Plt. Kasi Pembangunan Ema Amalia, melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) lapangan secara langsung pada Sabtu (31/10/2026) kemarin.
“Jembatan gantung ini dibangun dengan spesifikasi tipe rigid berbentang 60 meter. Struktur jembatan dilengkapi dengan rangka pengaku (stiffening girder) yang dirancang khusus untuk meredam lendutan serta ayunan berlebih, sehingga memberikan tingkat stabilitas dan keamanan yang lebih tinggi bagi para pengguna. Infrastruktur ini difungsikan secara khusus untuk mobilitas pejalan kaki serta kendaraan roda dua.” Ujarnya
Ia menuturkan, bahwa kehadiran jembatan ini merupakan wujud nyata hadirnya pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Jembatan ini menghubungkan Desa Tunuo dan Desa Gulo di Kabupaten Halmahera Utara. Kami berharap fasilitas ini dapat memperlancar mobilitas harian masyarakat, memangkas waktu tempuh, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tuturnya
Ia menambahkan, Dengan rampungnya Jembatan Gantung Tunuo–Gulo, masyarakat kini dapat menikmati akses mobilitas yang lebih mudah, aman, dan lancar. BPJN Maluku Utara berkomitmen untuk terus konsisten menghadirkan karya nyata infrastruktur yang berorientasi pada kemanfaatan luas bagi masyarakat di Bumi Molodoku. (*)

