DAERAH  

Lagi, Gubernur Malut Didesak Percepat Jalan Lingkar Obi

BORERO.ID TERNATE- Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba kembali didesak oleh Aliansi Masyarakat Obi terkait percepatan pembangunan jalan lingkar di Kepuluan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Meraka meminta kejelasaan jalan lingkar Obi dalam hal pengurusan secara administrasi dipercepat. Karena sejauh ini proses pekerjaan sudah berjalan supaya tidak menjadi hambatan.

Salah satu perwakilan Aliansi Masyarakat Obi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi melalui Gubernur Malut untuk segara melengkapi dokumen permohonan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), sesuai petunjuk dari Kementrian Lingkugan Hidup dan Kehutanan (KLHK). ” Karena hal ini menjadi persyaratan teknis serta menjadi persyaratan komitmen untuk segara ditindaklanjuti” tegas Wahyu Aditya saat menggelar unjuk rasa di depan rumah Dinas Gubernur Malut di Ternate, Senin (13/9/2021.

Justru sejauh ini persyaratan yang diminta (KLHK) dari bulan Mei sampai sekarang terkesan tidak mampu diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi terkait kelengkapan dokumen persyaratan administrasi izin (IPPKH). Padahal pembangunan jalan lingkar pulau Obi menjadi penantian sejak lama bagi masyarakat di Kepuluan Obi. ” Sudah lama masyarakat obi puluhan tahun tidak merasakan pembangunan infrastruktur secara baik,” kata Wahyu.

Menurut kordinator aksi Aliansi Masyrakat Obi ini proyek jalan lingkar Obi itu harus tetap berjalan atau dikerjakan yang terhitung sejak bulan Juni kemarin. Hak ini berdasarkan kontrak pekerjaan dari Kementrian (PUPR) Dirjen Binamarga, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku Utara dengan waktu pelaksanaan selama 212 hari kalender. Namun sampai sekarang Pemprov Malut Maluku Utara terkesan tidak peduli atau secepatnya untuk melengkapi data-data yang dimaksud.

” Karena itu kami mendesak Gubernur harus mendukung pekerjaan jalan lingkar Obi. Salain itu mengalihkan status jalan lingkar Obi kepada Kabupaten Halmahera Selatan jika Pemprov tidak menyanggupinya. Jika desakan ini diabaikan atau tidak dipedulikan maka kami akan berencana memboikit boikot aktifitas pertambangan di kepuluan Obi,” kecam Wahyu menghiri. (Red/dnx)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *