BORERO.ID TERNATE – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Maluku Utara akhirnya membuat gorong-gorong dan drainase di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kota Ternate Selatan, untuk menjawab keluhan masyarakat yang sekian Tahun berlangganan banjir saat musim hujan.
PPK BPJN Wilayah II Provinsi Maluku Utara Nanti Lumbantobing, ST. MT mengatakan, akhir tahun 2021 ini BPJN fokus membenahi saluran drainase Mangga dua. Karena sering terjadinya banjir. Pekerjaan itu ditergetkan rampung 31 Desember 2021 dengan anggaran bersumber dari sisa dana dan diusulkan panambahan sehingga total sebesar Rp 660.000.000.
Tobing menuturkan, untuk volume saluran yang dikerjakan 150 Meter terbagi arah utara 100 meter dan arah selatan 50 meter. Sebelumya gorong-gorong lama menggunakan plat beton sehingga diganti dengan brikes berukuran K 300. “ Hal itu menjaga agar bertahan selama 15-20 tahun kedepan. Metode brikes ini dipesan di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan,” tuturnya kepada wartawan, Minggu (28/11/2021).
Dengan pembenahan saluran tersebut dengan harapan agar masyarakat harus mendukung agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. “ Sementara itu terkait penutupan jalan raya demi kelancaran pekerjaan hanya selama 2 hari terhitung Sabtu dan Minggu” katanya.

Tobing menambahkan, BPJN Malut pada 2022 mendatang akan fokus membenahi saluran air di dua titik wilayah Kota Ternate yakni depan masjid Kayumerah dan Masjid Imam Bonjol, Kelurahan Salero Kota Ternate Utara. Di kota ternate sendiri ada tiga lokasi pertama mangga 2, dan kedepan didepan masjid Kayumerah dan masjid Imam Bonjol. Untuk anggaran sementara sudah diusulkan ke kementrain dengan harapan kedepan segera direaliasisi sehingga menjawab keluhan masyarakat di kota Ternate. Pria yang sering disapa tobing itu mengungkapkan, kedua titik tersebut sering terjadi kebocor lantaran digunakan baja. Olehnya itu kedepan akan dibenahi menggunakan brikes seperti di kelurahan mangga dua.
Selain itu BPJN juga berharap kepada Pemkot agar terus sosialiasi ke masyarakat dan PDAM, PLN agar pemasangan jaringan harus koordinasi dengan BPJN. Karena salah satu kendala perbaikan saluran air adalah kabel PLN dan pipa PDAM. “harus dikoordiansikan saat pemasangan pipa dan kabel. Karena kesulitan yang dihadapi pada saat pekerjaan saluran air,”tandas Tobing.
Sementara Wakil Walikota Ternate Jasri Usman barjanji akan terus menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke saluran-saluran air. “Saya menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Karena akan berimbas terjadinya banjir saat turun hujan,”Imbuh Jasri. (dnx)



