TIDORE  

Kasus DBD Meningkat di Tidore, Dua Meningal Dunia

Kepala Dinas Kesehatan Tidore Kepuluan

BORERO.ID TIDORE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menyebutkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan  sejak Januari Tahun 2022. Sebelumnya pada Desember 2021 hanya 4 kasus, sementara Januari ini pekan ke dua meningkat menjadi 13 kasus DBD.

Kepala Dinkes Tikep Abd Majid Dano M. Nur  mengatakan, peningkatan 13 kasus itu sehingga diminta masyarakat di wilayah Tidore Kepuluan agar lebih waspada terhadap kasus DBD. Sebab, warga terkonfirmasi positif DBD  mengalami kenaikan dan sejak awal Januari 2 orang dinyatakan meninggal dunia. “Totalnya ada 13 kasus dibulan Januari. Kemudian meninggal ada 2 orang, jumlah penderita DBD itu lebih banyak pada anak usia sekolah mulai dari 1 Tahun hingga 17 tahun,” ungkapnya.

Kondisi kasus tersebut lantas Abd Majid memerintahkan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas jajaran segera mungkin melakukan langkah-langkah yang harus dilakukan jangan sampai terjadi korban susulan. Menurut dia, Dinas kesehatan melalui puskesmas pada wilayah tertentu yang dinyatakan positif DBD dari laboratorium telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk mengetahui bagaimana riwayat orang ini sampai menderita sakit. Setelah itu dianalisa dan keluarlah surat yang namanya W1 (lembar kerja satu). Dari sinilah yang bisa menentukan bahwa kasus tersebut menjadi kejadian luar biasa atau tidak.

” Namun dari sisi normatifnya bahwa jika sudah ada yang meninggal maka sudah bisa dinyatakan kasus luar biasa, makanya saya tekankan kepada puskesmas dan pelaksana teknis di dinas agar percepat hasil analisanya agar bisa mengeluarkan surat Tidore dalam status KLB (Kejadian Luar Biasa) dalam kasus Demam Berdarah,” ujarnya.

Sementara Puskesmas yang telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi yakni Puskesmas Rum Balibunga, Puskesmas Ome, Puskesmas tomalou puskesmas soasio, Puskesmas Tosa dan Puskesmas Galala, sementara 4 puskesmas belum ada laporan kasus.

Abd Majid juga menambahkan dinkes telah melakukan langkah untuk mengantisipasi korban selanjutnya deng membagikan Abate kepada masyarakat, Bahakan Dinkes telah mengeluarkan surat edaran kepada Camat dan lurah serta kepala desa untuk memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD yang terjadi di kota Tidore kepulauan saat ini. ” Penyebab utamanya penyakit tersebut adalah Nyamuk karena banyak air yang tergenang sehingga tumbuhlah bibit nyamuk,” ungkapnya.

Langkah selanjutnya dinas akan segera mungkin melakukan penyemprotan atau foging di delapan kecamatan yang ada di kota Tidore Kepulauan untuk mengantisipasi korban DBD berikut.(Red/ii)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *