BORERO.ID HALTENG– Masyarakat di Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah (Helteng), saat ini tidak lagi merasa was-was atau merasa kesulitan dengan kondisi jalan pada Tahun sebelum-sebelumnya. Ruas jalan yang menghubungkan antar Desa ke Kecamatan, sejak dikerjakan Tahun 2021 oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilyah II Provinsi Maluku Utara kini mulai dinikmati.
Masyarakat di Kecamatan Weda Utara itu bahkan merasa bersyukur karena urusan yang bersifat emergency berjalan mulus tanpa kendala dihadapi di Jalan. “Saya merasa beryukur atas pembangunan jalan ini,” ujar Kepala Desa Gamaf, Yoke Jinimaya, Selasa (1/2/2022).
Yoke mengaku sebelum pembangunan jalan itu seperti sekarang, Ia bersama masyarakat merasa kesulitan ketika berurusan di Weda. Apalagi dalam situasi emergency seperti ada warganya dalam kondisi sakit parah dan butuh tindakan medis secapatnya maka diambil tindakan segara dilarikan ke rumah sakit Weda agar dapat tertolong dengan baik.
Sebab menurut dia, rumah sakit Weda yang berada di Ibu Kota harus membutuhkan perjalanan jauh namun kondisi jalan saat ini dirinya bersama warga tidak perlu untuk kawatir. “ Kalau sebelum-sebelumya memang terasa sulit, sekarang kami tidak kawatir lagi karena jalan sudah bagus,” ungkapnya.

Yoke juga berterimah kasih atas pembangunan jalan yang sudah rampung dibangun dan dapat dinikmati oleh masyarakat, karena dapat menunjang mobilitas dan aktifitas masyarakat khususnya di desa Gemaf kecamatan Weda Utara Kabupaten Halteng.
Respon dari Kepala Desa Gamaf itu senada dengan Pampi Badaulu. Pampi yang merupakan warga setempat menyatakan, sebelum ruas jalan ini dibangun, butuh watu berjam-jam untuk bisa sampai di Kota Weda. Dia mengaku, selama ini warga Desa Gamaaf belum pernah merasakan jalan aspal sebagus ini seperti masyarakat Desa lainya yang sudah sejak awal tersentuh jalan beraspal.
Menurutnya, sebelum adanya pembagunan jalan bagi Warga Desa Gamaf Kecamatan Weda Utara harus membutuhkan waktu 2 jam ke Ibu Kota Weda. “ Sekarang ini cuman 1 jam. Untuk itu kami masayarakat bersyukur dan berterimakasih kepada BPJN yang sudah bangun jalan ini,” kata Pampi.

BPJN Malut melalui PPK 2.2 Joone Seisi Manus menyatakan, dengan selesainya pekerjaan jalan Weda-Sagea agar dapat dimaksimalkan dengan baik oleh masyarakat.
“Apa yang telah di kerjakan merupakan wujud dari hadirnya pemerintah, kami juga berterimah kasih kepada masyarakat desa Gemaf karena saat pekerjaan mereka juga turut mengawasi, dan kami berharap masyarakat juga turut merawat dan menjaga inftrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah,” pintanya.
Diketahui, proyek preservasi ruas jalan Weda-Sagea dengan panjang 6.2 KM dikerjakan PT. Buli Bangun dengan nilai kontrak Rp. 43.573.070.000. Dari total anggaran tersebut terbagi dari 5 item kegiatan, yakni Rp. 35.403.278.000 untuk rekonstruksi Jalan, Rp. 531.222.000 untuk Pemeliharaan Rutin Jalan, Rp.481.027.000 pemeliharaan rutin jembatan, dan Rp. 6.661.669.00, rehabilitasi jembatan serta pemeliharaan rutin kondisi senilai Rp. 495.873.000. (Red/end)


