BORERO.ID TERNATE– Pemilik hak suara Askab/Askot di 10 kabupaten/kota akan menentukan kepengurusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku Utara periode 2022-2026 melalui Kongres Asprov PSSI, menyusul berakhirnya masa kepengurusan yang diketuai Adam Marsaoly.
“Tentunya, dengan berakhirnya masa kepengurusan Asprov PSSI tahun 2022 ini, maka Asprov PSSI telah menggelar rapat dan menetapkan Komite Pemilihan untuk melakukan tahapan pendaftaran pengurus Asprov PSSI pada Kongres tahun ini,” kata Sekretaris Asprov PSSI Malut, Bahrun Abubakar, Sabtu (5/2/2022).
Dia menyatakan, sebanyak 26 memiliki hak suara yang akan menentukan kepengurusan Asprov PSSI diantaranya 10 suara dari Askab/Askot, 15 klub anggota PSSI ditambah satu pengurus Asosiasi Futsal Provinsi (AFP)
Olehnya itu, pihaknya menyatakan, melalui haris rapat Asprov PSSI Malut telah terbentuk Komite Pemilihan diantaranya Aldi Ali, Muhaimin, Hanan, Irvan dan Nurhayati akan melakukan tahapan pendaftaran, tahapan pemeriksaan berkas bakal calon, seperti aktif dalam sepakbola selama 5 tahun berturut-turut, SKCK, surat kesehatan.
Bahrun menyebut, dalam kepengurusan Asprov PSSI ini, akan menyoroti kinerja pembangunan sarana infrastruktur olahraga mengakibatkan prestasi di cabang sepakbola di daerah ini ikut menurun.
“Pembangunan infrastruktur olahraga menjadi suatu kewajiban untuk mendorong prestasi karena menjadi salah satu pendukung kemajuan sektor olahraga, tetapi untuk Kota Ternate terjadi penurunan prestasi sepak bola karena minimnya infrastruktur yang memadai,” katanya.
Padahal, pemain sepakbola asal Malut selama ini selalu mengirimkan pemainnya di timnas Indonesia untuk laga internasional, di mana dalam 10 tahun terakhir mengalami penurunan prestasi.
Selain itu, tim sepakbola asal Malut, Persiter Ternate misalnya pernah juara Suratin era 70-an serta finalis di era 80-an dan pada era 90-an sebagai juara timur untuk Divisi I dan kemudian era 2000-an bercokol di kasta tertinggi Divisi Utama, saat ini telah terdegradasi di liga 3 PSSI. (Red)



