BORERO SPORT –Piala soeratin usia 17 Tahun (U-17) putaran Nasional resmi dihelat pada 14 hinggga 26 Maret 2022. Piala bergengsi ini digulilrkan di Lapangan Surabaya dan Malang, Provinsi Jawa Timur.
Sekitar 29 tim mewakili tiap Provinsi setelah menjadi juara di daerah masing-masing diantaranya ada Persikota Tidore, perwakilan Provinsi Maluku Utara (Malut). Perwakilan Malut ini tergabung di grup F bersama tim dari Provinsi D.I.Y Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Bangka Belitung.
Pada pertandingan perdana piala soeratin U-17, Persikota tidore tampil agresif menakan pertahanan tim asal Yogyakarta. Hanya saja dipaksa menyerah setelah bunyi pluit panjang dengan skor akhir 1-0 bagi kemenangan Yogyakarta. Laga perdana ini berlangsung di Stadion Yonkov, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (15/3/2022).
Jalannya pertandingan
Sejak pluit babak pertama dimulai, Yogyakarta tampil mendominasi permainan. Meski menganggu pertahanan Persikota, tim dijuluki Laskar Nuku ini masih solid. Selang menit ke-16, pertahanan Persikota baru mampu dijebol. Skor 1-0 bagi tim Yogyakarta.
Tertinggal 1-0, Laskar Nuku dibawa asuhan Hasan Soleman itu mulai menemukaan tempo permainan. Serangan mulai dibangun, beberapa kali menggempur pertahanan Yogyakarta pun dilakukan. Meskipun tekanan anak-anak muda Laskar Nuku ini belum mampu menjebol gawang Yogyakarta hingga babak pertama berakhir.
Masuk babak kedua, Abdul Gani Darmawan bersama pemain Persikota lainya langsung menyerang jantung pertahanan persikota. Beberapa shoot tendangan lepas dari pemain Laskar Nuku membuat para pemain Yogyakarta terpaksa mempertebal benteng pertahanan. Meski serangan demi serangan dibangun, Persikota belum mampu menyamakan kedudukan. Akhirnya Persikota dipaksa menerima kekalahan 1-0 setelah hakim lapangan meniupkan peluit panjang pertanda babak kedua berakhir.
Kekalahan perdana ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi tim Persikota untuk melakoni laga berikutnya kontra Jawa Tengah pada 17 Maret besok.
Coach Persikota Tidore, Hasan Soleman menegaskan, timnya tetap mengakui kekalahan itu. Kekalahan itu tentu akan menjadi bahan evaluasi kedepan. Yang menjadi perhatian dalam evaluasi itu adalah tentang mental para pemain dan kekompakan tim.
Hasan Soleman mengemukakan, mental para pemain terlihat sangat kaku dalam laga perdana. Mental tersebut berimbas pada kekompakan pemain terutama di lini tengah skuad Persikota. “Pergerakan pemain di lini tengah kita agak terlambat sehingga pembagian bola selalu terputus. Kelemahan kita disitu. Ini akan kami evaluasi,” ungkap Toyo sapaan akrab Hasan Soleman
Toyo menilai, ritme permainan kedua tim sepanjang 2×40 menit itu berimbang baik dari segi penguasaan bola maupun serangan-serangan yang dilancarkan. Kendati begitu, Toyo menegaskan, evaluasi yang dilakukan itu demi membangun kembali mental dan semangat para pemain untuk menghadapi Jawa Timur pada 17 Maret besok. “Kami juga mohon doa dan dukungan dari masyarakat Maluku Utara dan Kota Tikep pada khususnya agar Persikota bisa meraih kemenangan di dua laga sisa dan bisa mengharumkan nama daerah,” tandasnya. (Red).



