BORERO.ID SANANA— Sejumlah Alat Kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kepulauan Sula (Kepsul) saat ini membutuhkan biaya miliaran rupiah lantaran mengalami kerusakan.
Kepala SKM Perencanaan RSUD Kepsul, Ulia Ngofangare, mengatakan alat elektronik kesehatan mengalami kerusakan akibat terjadinya tegangan listrik. Baik alat Ronseng atau YPS mengalami gangguan saat ini ditangani pihak teknisi. Pihak RSUD juga menunggu hasil sejumlah alat mengalami rusak untuk didata teknisi kemudian diusulkan anggaranya ke Pemerintah Daerah Kepsul.
Ulia menjelaskan, bahwa membeli alat ronseng otomatis membutuhkan anggaran kurang lebih 3 Miliar. Ini karena alat ronseng yang bukan otomatis disarankan tidak lagi digunakan. Sementara alat pemisah Ronseng (Portabel) yang tersedia saat ini sebanyak tiga buah. ” Tapi dua alat portabel sudah mengalami rusak berat dan tidak bisa dilakukan perbaikan. Sehingga pihak rumah sakit hanya bisa menggunakan satu Portabel. Beberapa alat rumah sakit yang mengalami rusak sudah diusulkan kepada Pemda Kepsul,” ungkap Ulia.
Rata-rata alat mengalami kerusakan itu karena ketidakstabilan listrik karena trafo listik tidak bisa menampung daya listrik maka harus dilakukan pengadaan trafo baru. Sebab daya tampung listrik di RSUD hanya 84 KVA. Menurut Ulia, tentu RSUD membutuhkan tenaga listrik kurang lebih 300- 600 KVA. ” Daya tampung listrik harus 84 KVA supaya semua alat bisa diaktifkan secara keseluruhan dengan serentak” jelasnya.
Dia menambahkan, jika tidak demikian semua alat kesehatan digunakan karena akan terjadi ketegangan listrik dan berpengaruh pada alat kesehatan. ” Kami disini (RSUD) melakukan apa saja yang menjadi kebutuhan pasien dan tidak bisa berbuat apa-apa, jadi kehadiran DPRD juga kami berharap bisa membantu pihak rumah sakit dalam hal ini pengusulan anggaran perbaikan beberapa alat yang sudah rusak itu. Jadi perlu ada penambahan daya listrik dan pengadaan alat alat yang baru untuk keperluan rumah sakit dan kepentingan masyarakat kepulauan sula,” tandas Ulia. (Red/Ano)


