Butuh Dukungan Armada, DLH Ternate Siap Masuk Barangka

Kepala DLH Kota Ternate, Tonny S. Pontoh. (Dok: Gandy/borero.id)

BORERO.ID TERNATE-Kepala DLH Kota Ternate, Tonny S. Pontoh, mengatakan siap menyelesaikan persoalan sampah di Kota Ternate. Namun, penanganan sampah tersebut membutuhkan dukungan armada karena masih minim.

Hanya 18 armada sampah digunakan, tetapi sebagian tidak layak karena sering mengalami kerusakan sehingga pelayanan sering terkendala. “ Anggaran pemeliharaan tidak mampu dengan mobil sampah seperti ini, alangkah baiknya ganti baru supaya cepat selesai dan menghemat BBM,” kata Tonny, Rabu (11/1/2023).

Menurutnya, sarana prasarana seperti mobil sampah perlu diakomodir setiap tahun minimal dua armada. Namun, ternyata tidak dimasukkan. Tergantung TAPD Pemkot, meski hanya satu mobil drum truk agar membantu kerusakan armada yang lain.  Sementara armada sampah seperti viar di setiap kecamatan akan diawasi dan melakukan pendampingan,  “Viar itu untuk bantu angkut sampah pada tempat-tempat yang kendaraan roda empat tidak bisa masuk gang,” katanya.

DLH akan selalu melakukan kontrol sehingga seperti sampah di Kecamatan Ternate Tengah dianjurkan membuang ke trans depo Bastiong.  Kemudian di Kecamatan Ternate Selatan buang sampah di trans depo Kalumata, sedangkan Kecamatan Ternate Utara buang sampah di trans depo Tubo. ” Penanganan sampah tematik itu kewenangan kelurahan, DLH tidak dilibatkan tapi untuk menjaga estetika kota, tugas saya tetap membersihkan,” ujar Tonny.

Tonny juga menanggapi persoalan bangunan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle) di Kelurahan Gamalama, dibangun sejak 2021.  Namun Dinas PUPR Kota Ternate belum menyerahkan sepenuhnya terkait dengan pengelolaan sampah pada bangunan tersebut. Dia mengaku, tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak tahu gedung itu didalamnya terisi apa. Untuk itu, pemanfaatan TPS3R masih menunggu penyerahan dari PUPR karena di dalam gedung ada sarana dan prasarana seperti mesin pencacah dan lain-lain.

Meski demikian, pihaknya beritikad baik untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kota Ternate. “Buktinya, kegiatan-kegiatan dilakukan sudah terjadwal, namun setiap tahun ada perubahan yang dilakukan Pemkot Ternate,” tuturnya.

Mantan Kadis PUPR Taliabu ini menambahkan, setiap hari Minggu ada kegiatan kebersihan pada tempat-tempat rawan. Sekarang tahun 2023 ini dialihkan turun ke barangka atau kali mati, mulai dari hulu sampai hilir. ” Berarti otomatis DLH sendiri tidak tinggal diam persoalan sampah,” katanya.

“Sementara kejadian-kejadian sampah tertumpuk sampai di lautan pasti bermuara dari barangka, sehingga tahun ini DLH akan menyelesaikan persoalan itu dengan turun langsung ke barangka,” sambung Tonny menegaskan (Gan)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *