BORERO.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Tidore Kepulauan terus menggencarkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui pelayanan jemput bola untuk mempermudah masyarakat mengakses dokumen administrasi kependudukan.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Tidore Kepulauan, Jahra Mandar mengatakan, pemanfaatan teknologi digital jadi salah satu upaya pemerintah memperpendek rentang kendali pelayanan, sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor Dukcapil untuk mengurus maupun mengakses dokumen kependudukan.
“Dengan adanya aktivasi IKD ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Dukcapil hanya untuk mengakses dokumen kependudukan, karena semua sudah tersedia di dalam aplikasi IKD,” ungkap Jahra.
Ia menjelaskan, capaian aktivasi IKD di Kota Tidore Kepulauan mengalami peningkatan dari sebelumnya 12,25 persen menjadi 18,14 persen. Meski begitu, angka tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi target nasional sebesar 30 persen.
“Saat ini capaian kita sudah 18,14 persen. Kami bekerja ekstra untuk mengejar target nasional 30 persen. Kota Tidore Kepulauan saat ini berada di urutan ketiga setelah Kota Ternate dan Halmahera Tengah,” jelasnya.
Untuk mempercepat capaian tersebut lanjut Jahra, pihaknya terus lakukan pelayanan jemput bola dengan memanfaatkan berbagai momentum kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan, termasuk kegiatan PKK, Dharma Wanita, serta kegiatan di lingkungan pendidikan.
Bahkan, Dukcapil turut membuka pelayanan aktivasi IKD pada kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di kawasan Tugu Lufa. Selanjutnya, kegiatan serupa dijadwalkan menyasar guru-guru di wilayah Tidore Selatan.
“Selain itu, Dukcapil juga bekerja sama dengan Dinas Sosial melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di setiap kecamatan untuk memberikan sosialisasi sekaligus mendorong aktivasi IKD kepada masyarakat penerima bantuan sosial.” Ujarnya
Ia menuturkan, masyarakat juga perlu memahami bahwa IKD akan menjadi salah satu persyaratan dalam mengakses bantuan pemerintah ke depan.
“Karena itu, kami bersama Dinas Sosial dan pendamping PKH terus turun memberikan sosialisasi sekaligus membantu aktivasi IKD kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, pelayanan perekaman KTP elektronik juga mulai menyasar kalangan pelajar di tiga sekolah, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMK Negeri 1 Tidore.
Menurut Jahra, tantangan saat ini adalah masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi dan manfaat IKD. Karena itu, edukasi dan sosialisasi akan terus dilakukan agar masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan administrasi kependudukan berbasis digital.
“Sekarang semuanya lebih mudah. Di dalam handphone sudah tersedia KTP, Kartu Keluarga, biodata dan dokumen lainnya. Bahkan, untuk beberapa pengajuan administrasi bisa dilakukan melalui aplikasi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengantre di kantor Dukcapil,” pungkasnya **

