BORERO.ID SANANA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menilai kepala PLN Rayon Sanana tidak mampu memberikan pelayanan listrik terbaik kepada masyarakat lanataran sering kali terjadi pemadaman listrik. Hal ini disampaikan ketua KNPI Kepulauan Sula, Samsul Agus Banapon kepada sejumlah awak media, Senin (05/12/2022).
Samsul menyatakan, kepala PLN Sanana mestinya jika ada pemadaman listrik harus memberi pemberitahuan kepada masyarakat di Desa-Desa sejak awal, bukan kebijakan sepihak dari PLN. ” Sesuai informasi masyarakat, mulai siang hingga malam ini pemadaman lampu PLN dari kecamatan sanana utara dan kecamatan sulabesi barat,” katanya.
Sehingga itu, Samsul menyatakan KNPI Kepulauan Sula mendesak kepala PLN Wilayah II Ambon dan Kepala PLN wilayah II Ternate agar dapat mengevaluasi kepala PLN Rayon Sanana karena dinilai tidak mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat kepulauan sula. Menurutnya, lampu PLN menjadi sumber utama dalam kepentingan masyarakat baik usaha maupun hajatan keluarga. Jika terjadi pemadaman listrik begitu lama maka dapat merugikan pengusaha maupun masyarakat di Kepulauan Sula.
Samsul mempertanyakan pihak PLN, dalam satu tahun minyak yang masuk di PLN Sanana digunakan berapa ton dalam sehari. Misalnya dalam satu hari pemakaian minyak satu ton mangapa setiap hari Sabtu dan Minggu bisa menyebabakan lampu mati.
” Seandainya, dalam satu tahun PLN Sanana mendapat jatah minyak 3 ton berarti setiap tahun minyak masuk 3 ton. Sedangkan di sanana ini setiap hari Sabtu dan Minggu itu lampu mati, minyak yang biasa dipakai setiap hari sabtu dan minggu itu mau taruh dimana dan dibuat apa,”kata Samsul. (Ano)


