BORERO.ID TERNATE-Muhammad Ghifari Bopeng, resmi menahkodai sebagai ketua KONI Kota Ternate. Ghifari dilantik oleh ketua umum KONI Maluku Utara, Djasman Abubakar, disaksikan Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman, Jumat (12/1/2023).
Usai dilantik, Ghifari kepada wartawan mengatakan amanah ini akan menjadi tugas berat karena membantu kerja-kerja dalam bersinergi bersama KONI Malut. Tujuan dari sinergi ini agar mendapatkan hasil yang terbaik di ajang olahraga Nasional maupun Internasional. “KONI malut notabene adalah keikutsertaan dalam ajang nasional dan internasional. Meskipun 80 persen atlet di malut asalnya dari ternate dan selalu mewakili malut,” ucapnya.
Menurutnya, sering terjadi kesenjangan itu berada pada kesiapan atlit mulai dari pembinaan, fisik dan penganggaran. Namun, dirinya menegaskan semua itu berada pada organisasi. “Bagimana bisa kita menghasilkan atlit yang baik dan pelatih yang baik. Namun oraganisasi kita ini kacau balau, seperti sekretariat saja tak punya SK kepengurusan saja tak punya,” ujarnya.
Lanjut Ghifari, saat terpilih sebagai ketua KONI Kota Ternate mulai dari 25 anggota KONI katagori sebagai Cabor hanya mempunyai 12 SK defenitif, dan 13 lagi tak miliki SK. “Maka saat ini kita jangan dulu bicara prestasi, kita bicara incum dan output saja catur marut. Sehingga tiga bulan kedepan saya akan berusaha untuk mengatur, dan mengelola organisasi dan cabor itu dengan baik,” janjinya.

Ghifari kembali menjelaskna bahwa, untuk mengatur organisasi yang baik, yakni melakukan musyawarah kepada Cabor-Cabor belum melakukan musyawarah. Bahkan secepatnya melaksanakan pelantikan kepada Cabor yang belum dilantik. Begitupula SK masih bermasalah akan dilakukan perbaikan.
Sementara, terkait pembiayaan olahraga itu tidak serta merta menjadi tanggungjawab full pemerintah, diibaratkan pembagian 60-40. “Jadi 40 itu dari kesiapa Cabor itu sendiri. Seperti kesiapan organisasi yang matang, mempunyai sekretariat yang paten, otomatis negosiasi dengan sponsor juga akan berjalan baik,” katanya.
Ghifari berkeinginan besar dimana olahraga adalah industri, sehingga harus disiapkan dengan moderenisasi dan profesional. “Memang semua itu butuh proses, kerana itu saya pastikan kita naik sampai dengan melahirkan 20 Cabor dari tangan-tangan pelatih dan atlit yang profesional,” tandasnya.
Diketahui, acara pelantikan tersebut berlangsung di ruang aula kantor Wali Kota Ternate, dengan turut hadir Forkopimda dan sejumlah OPD di lingkup Pemkot Ternate. (Gan)


