BORERO.ID – Harita Nickel kembali perkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program vokasi Peningkatan Keahlian Keterampilan Pemuda (PELITA) angkatan IV.
Sebanyak 40 pemuda Pulau Obi ikuti pelatihan operator Overhead Crane bersertifikasi sebagai bagian dari upaya Harita Nickel membangun kesiapan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan operasi industri hilirisasi nikel.
Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso mengatakan bahwa program PELITA dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan potensi pemuda daerah yang belum memiliki keterampilan khusus.
“Inisiatif vokasi PELITA adalah wujud nyata keberpihakan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal. Ini strategi kami agar masyarakat dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, dengan kompetensi yang teruji,” Kata Broto, kamis 28 Februari 2026.
Ia menuturkan, sebagai perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, Harita Nickel saat ini menyerap sekitar 26 ribu tenaga kerja. Sebanyak 85 persen di antaranya adalah warga negara Indonesia, dimana sekitar 50 persen berasal dari Maluku Utara.
“Program PELITA menjadi salah satu upaya untuk terus meningkatkan keterlibatan talenta lokal tersebut dalam struktur operasional perusahaan.” Ujarnya
Selama tiga bulan lanjut Broto, para peserta akan menjalani pelatihan intensif untuk mengoperasikan Overhead Crane. Selain itu, program ini juga memadukan pembinaan mental, fisik, dan kedisiplinan agar peserta memiliki etos kerja industri yang kuat.
“Target kami jelas, agar pemuda lokal memiliki peluang karier yang lebih baik. Terbukti, sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya telah terserap dan bekerja di lingkungan operasi perusahaan,” tambah Broto.
Dampak program ini dirasakan langsung oleh La Rehan, salah satu peserta PELITA angkatan IV asal Desa Soligi. Sebelumnya ia bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas dan mengikuti seleksi untuk mendapatkan kesempatan belajar keterampilan baru.
“Saya sangat senang bisa terpilih. Program ini memberikan kesempatan bagi kami warga lokal yang minim pengalaman untuk memiliki keterampilan industri. Saya berharap ini menjadi batu loncatan untuk pengembangan karier saya ke depan,” ungkapnya.
Ia menyatakan, program PELITA telah berjalan dan sudah mencetak beberapa angkatan yakni angkatan pertama sebanyak 14 operator Wheel Loader, disusul angkatan kedua 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja di fasilitas pemrosesan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF).
“Sementara angkatan ketiga yang memfokuskan pada keahlian Bahasa Mandarin telah meluluskan 22 peserta yang kini akan memasuki tahap pemagangan,” Tuturnya
Ia menambahkan, konsistensi pelaksanaan program PELITA mencerminkan pendekatan Harita Nickel dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif di Pulau Obi.
“Melalui penguatan kompetensi lokal, perusahaan tidak hanya mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi operasional yang aman, adaptif, dan berorientasi jangka panjang” Pungkasnya **


