BORERO.ID HALTENG– Masyarakat Provinsi Maluku Utara, jika berpergian menggunakan kendaran roda empat atau dua ke Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)akan dibuat takjub dengan kondisi ruas jalan nasional saat ini. Ruas jalan nasional dari titik 0 tepatnya dari Kota Weda menuju Lelilef, Gamaf, hingga Desa Sagea sudah mulus alias tidak menghambat perjalanan anda. Ini setelah dirasakan secara langsung borero.id dan rekan media lainya saat melintasi ruas jalan tersebut.
Jalan yang digenjot dan tuntas dikerjakan pada Tahun 2021 oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilyah II Maluku Utara itu selain memperlanjar arus transportasi kendaran, ternyata juga membawa berkah secara ekonomis bagi beberapa Desa itu. Sebut saja, Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, saat ini menjadi jantung ekonomi baru adanya pasar. Selain itu, harga tanah yang beberapa tahun sebelumnya bernilai jutaan, sekarang bernilai ratusan juta.
“ Sebelum jalan dibuat seperti sekarang ini, harga tanah waktu itu hanya berkisar diangka 5 juta. Sekarang nilainya tanah disini (Lelilef)diangka ratusan juta,” kata Tokoh masyarakat Weda, Hery Mengadi.

Hery menceritakan bahwa perbandingan jalan sebelum dibuat sangat menyulitkan warga Lelilef jika berpergian ke Weda bahkan harus menggunakan katinting (kendaran perahu). Lantaran 20 tahun lalu kondisi jalan tidak baik bahkan menantang dan berbahaya bagi warga seperti gunung tabalik yang menjadi langgan korban kecalakan. Atas kondisi itu, Hery yang juga tokoh agama Lelilef ini bahkan merelakan beberapa hektar tanahnya ke BPJN Malut demi pembangunan jalan. Dari tahun 20 lalu, kini kondisi jalan atau resiko jalan tidak perlu dikewatirkan bagi dirinya, masyakat dan para pedagang lelilef karena telah selesai dikerjakan.
Baca Juga : Begini Progres Jalan Nasional di Kabupaten Halteng
Hery juga mengaku, dari sisi ekonomi untuk penyuplaian logistik sudah mudah, lancar dan sangat cepat. Sama halnya dengan ketika ada warga yang sakit dengan lancar dirujuk ke Rumah Sakit Umum RSU Weda.
“Bagi kami ini sangat Luar biasa. Saya bicara jujur, sangat bersukur dan berterimaksih kepada pihak BPJN atas pembunguan jalan yang telah selesai dibuat,”ujar Hery.
Dampak kelancaran eknomi adanya jalan inipun dirasakan langsung pedagang kali lima (PKL) Desa lalilef, Alun. Alun merupakan dari sekian pedangan sembako mengaku senang atas ruas jalan terutama di gunung Tabalik yang dulunya rawan, sekarang sudah selesai di Hotmix.
“ Kami Senang adanya pembangunan ruas jalan di gunung Tabalik. Sebab sebelumnya lokasi itu sangat rawan,”ucapnya. Selain itu, menurut dia, juga berdampak positif khususnya kami para pedagang karena proses distribusi logistik/bahan pokok sudah mudah dan cepat.
“Bayangkan saja, sebelumnya jarak tempu dari desa Lalilef menuju weda hampir 2 jam. Tetapi sekarang tidak lagi sampe 1 jam. Karena itu, merasa senang dan bangga atas pambangunan ruas jalan tersebut,” tandas Alun.
Dampaknya peningkatan eknonomi khususnya pasar di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halteng, itu selain akses jalan mempermudah bagi pedagang namun ditopang kehadiran beberapa perusahan tambang seperti IWIP. (Red)


