BORERO.ID TERNATE – Peristiwa naas yang menimpa seorang anak, Farjan Idham, membuat keluargannya begitu terpukul. Ia diterkam seekor buaya saat memancing bersama rekan-rekanya di dalam Danau Tolire, Selasa (2/8/2022) kemarin.
Sungguh peristiwa ini membuat geger publik Maluku Utara khususnya Kota Ternate, lantaran diketahui telah meninggal dunia.
Sejak hari pertama tim SAR Gabungan berupaya melakukan pencarian hingga memasuki hari kedua, Rabu (3/8/2022) jasad anak laki-laki itu lalu muncul ke permukaan air Danau Tolire. Sayang, Jasad Farjan belum bisa dievakuasi karena masih dijaga buaya.
Kepala Basarnas Ternate, Fatur Rahman, menyatakan operasi SAR pada hari kedua ini pencarian dibagi menjadi tiga titik. Tim SAR Gabungan melaksanakan penyisiran di tepi tepi Danau Tolire, sembari menunggu tokoh adat untuk melakukan ritual terkait kearifan lokal. ” Sekitar pukul 12.28 WIT, tim SAR Gabungan menerbangkan 1 unit Drone untuk melakukan pantauan udara, dikarenakan akses jalur darat tidak memungkinkan,” kata Fatur melalui siaran persnya.
Menurut dia, dalam pantauan udara melalui drone berhasil menemukan korban dalam cengkeraman buaya sekitar pukul 17.00 WIT. Namun upaya evakuasi masih tidak dapat dilakukan dikarenakan akses medan yang sulit dan tidak memungkinkan untuk mengambil jasad korban dari cengkraman buaya tersebut. “Jasad korban belum dapat dievakuasi walaupun sudah terlihat muncul di permukaan air danau, karena masih dibawa oleh buaya ke tengah danau,” ungkapnya.
Meski demikian, saat itu Tim SAR Gabungan masih tetap berada di sekitar tepi danau untuk melihat situasi dan kondisi yang tepat. Tujuanya agar segara mengevakuasi jasad korban. ” Hingga masuk Pukul 18.00 WIT, operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada hari ke tiga, Kamis hari ini,” tandas Fatur.
Diketahaui tim SAR Gabungan melibatkan Basarnas Ternate, Ditpolairud Polda Malut, Brimob Polda Malut, Kodim 1501 Ternate, Polres Ternate, BPBD Kota Ternate, Polsek Pulau Ternate, Koramil 1501-01, Dinas Pariwisata Kota Ternate, SAR Hidayatulah, Vertical Rescue Indonesia dan Masyarakat Setempat. (Red)


