BORERO.ID – Bencana alam berupa longsor kembali menimpa ruas jalan dan jembatan Payahe-Dehepodo, tepatnya di Dusun Yef, Desa Sigela, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.
Meskipun jalan tersebut berstatus provinsi, namun Pemkot Tidore tidak menutup mata atas keresahan yang dialami masyarakat setempat. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan antara Kecamatan Oba dan Oba Selatan.
Kepala Kecamatan Oba, Safrudin Nasir, mengatakan, longsor yang menimpa jembatan, dikarenakan adanya hujan lebat seharian, pada Kamis, 7 Agustus 2025.
“Curah hujan dari kemarin itu sekitar jam 2 siang sampai jam 9 malam. Namun untuk kejadian longsornya diperkirakan memasuki waktu subuh. Sekitar jam 9 pagi, baru jembatannya mulai patah,” ujarnya saat dihubungi via telephone, Jumat, (8/8/25).
Akibat kejadian itu, Safrudin kemudian berkoordinasi dengan instansi tekhnis, dalam hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Tidore Kepulauan. Dari hasil koordinasi itu, Dinas PUPR Kota Tidore, kemudian menghubungi Dinas PU Provinsi Maluku Utara, untuk diinformasikan mengenai masalah tersebut.
“Saya sudah koordinasikan dengan Dinas PU Provinsi. Sekarang mereka bersama BPBD Provinsi sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Tidore, Abdul Muiz Husein, saat dihubungi via telephone secara terpisah.
Muiz menuturkan, selain pihaknya membangun Koordinasi dengan PU Provinsi, ia juga meminta bantuan dari PT Intim Kara, untuk dibuatkan jalan darurat, dan saat ini pihak PT Intim Kara sedang menuju ke lokasi kejadian dengan membawa alat berat.
“PT Intim Kara ini selalu berpatisipasi terhadap bencana yang terjadi di area itu. Karena lokasi kerja mereka juga berada di area tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, waktu kejadian bencana longsor pada bulan Juni lalu, yang menimpa jembatan di Dusun Toe, Desa Kusu, Kecamatan Oba, juga telah dibantu oleh PT Intim Kara. “Jembatan di Dusun Toe itu juga sudah patah, namun telah dibantu oleh PT Intim Kara,” tuturnya. **


