BORERO.ID TERNATE- Ketua Cabang HMI Ternate periode 2008-2009, Iksan Bahruddin menyatakan menjelang Musyawarah Korps Alumni HMI Provinsi Maluku Utara, pada 22 – 24 Januari 2022, Ada beberapa hal mendasar yang harus di jadikan evaluasi dan proyeksi secara kritis sebagai bagian dari kritik otokritik secara kelembagaan terhadap sebuah organisasi agar lebih survive dan progresif.
Hal itu menurut Iksan, KAHMI harus menyaring figur alumni yang jelas memiliki fondasi ke -HMIan secara kapasitas dan orisinilitas pemikiran yang mampu secara kohesif rekevan dengan visi visi besarnya. Baik itu konseptual dan kontekstual sebagai konsekuensi orgnisasi moderen yang makin hari makin besar dan harus adaptif dengan perkembangan zaman.
“Setidaknya medium Muswil harus memiliki parameter yang fundamelntal dalam memilih presidium KAHMI Malut ke depan,” ujar Iksan, Senin (10/1/2022).
Dia menambahkan figur memiliki Integritas yang kuat adalah faktor utama dari kebutuhan KAHMI Malut saat ini. Sehingga konsolidasi kaders-kaders hijum hitam benar solid dan aktif baik dari diskursus keilmuan bagi umat maupun posisionalitas KAHMI dan pemerintah menjadi sebagai mitra yang kritis dan strategis.
“Karena itu MUSWIL tidak sekedar bersepakat untuk memilih siapa dan siapa. Tetapi harus dengan berbagai pendekatan yang betul betul mendasar dan tepat untuk kesinambungan oraganisasi ini,” jelasnya.
Karena itu, Iksan juga berharap pentingnya menegaskan prinsip dan kaidah Ke- HMIan secara ideologis dan semangat perjuangan HMI dari kipranya ke depan melalui format kepemimpinan kedepan harus lebih tepat memadukan kemampuan figur yang lebih energik. (Red/nyi)


