TIDORE  

Kenali Inovasi Limbah Batu Bara Ramah Lingkungan Ala Kabid Permukiman Tidore

Kabid Permukiman Disperkimtan Tidore, Ir Imran Ibrahim, ST.

BORERO.ID – Kepala Bidang (Kabid) Permukiman di Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Kota Tidore Kepulauan Ir. Imran Ibrahim menggagas inovasi memanfaatkan limbah Batu Bara jadi suatu bahan yang ramah lingkungan.

Tumpukan abu dari pembakaran Batu Bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT PLN di Tidore dikelola sebagai bahan perkerasan jalan lingkungan yang diberi nama Inovasi Pengelolaan Fly ash and buttom ash (Faba).

Inovasi pengelolaan Faba tersebut diluncurkan didasarkan semenjak Penandatanganan Kerjasama MOU dengan nomor : 06/KB/01.1/2022 Nomor.004MoU/KIT.02 01/C17040000/2022 bersama pihak PT PLN (PERSERO) Unit Pelaksana Pembangkit Maluku di Ambon tentang Faba PLTU Tidore Sebagai Proggram Kesejahteraan Masyarakat.

Kabid Permukiman Kota Tidore Ir. Imran Ibrahim mengatakan dari informasi data sejak tahun 2019, volume Faba yang dihasilkan dari operasional pembakaran batubara di dalam Boiler PLTU Tidore yang berada di Kelurahan Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara yang memiliki 2×7 MW pada umumnya cukup signifikan sebagai residu yang menghasilkan rata rata 14Ton/hari dari limbah batu bara atau faba sebesar 5.040 Ton/Tahun.

“Lokasi penampungan yang disediakan Pihak PLTU di areal penampungan makin menumpuk, sehinggah pengaruhi lingkungan disekitarnya. Untuk itu, Disperkimtan mengoptimalkan penggunaan limbah dari hasil pembakaran batu bara dapat digunakan sebagai bahan konstruksi jalan lingkungan dan sebagai bangunan seperti timbunan, pembuatan batako, paving block dan lainnya.” Kata Kabid Imran

Ia menjelaskan, limbah batu baru berupa abu terbang (fly ash) atau abu bawah (buttom ash) oleh masyarakat dianggap seperti bahan beracun yang perlu diluruskan dan dibenarkan pemahaman yang salah itu.

“Melalui inovasi ini juga kami ingin sampaikan ke Masyarakat bahwa sesuai kajian data laboratorium menunjukkan material Faba (baik itu abu terbang atau abu bawah) yang dianggap beracun itu sebenarnya tidak beracun karena masuk kategori B3 atau limbah non berbahaya dan beracun,” Jelas Kabid

Dengan inovasi pemanfaatan abu terbang dan abu bawah (Fly Ash and Buttom ash/Faba) ini, lanjut Imran tercipta sinergitas pemerintah Daerah Kota Tidore dengan Badan Usaha milik Negara tersebut untuk pembangunan infrastruktur demi kepentingan masyarakat.

“Dari pihak PLTU juga berterima kasih atas inovasi ini dengan pertemuan dan membicarakan terkait material faba yang menumpuk akhirnya bisa dipergunakan untuk kebutuhan bahan pembangunan kawasan permukiman, dan kami juga berterima kasih karena dipersilahkan mengambil Faba semampuhnya tanpa batasan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.” Ujarnya

Ia menambahkan, cara mempraktekan inovasi ini, pihaknya lakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait Faba yang bisa dimanfaatkan dan tidak mengandung racun.

“Karena masyarakat sudah mengetahui penggunaannya sebagai bahan yang bisa dipakai seperti timbunan rumah dan lain sebagai, jadi masyarakat juga sudah mengambil Faba itu secara gratis tanpa dipungut biaya sedikitpun.” Ucap Kabid Imran

“Tujuan dari Inovasi yang dimaksud dari segi manfaat penggunaan faba sebagai bahan konstrusi bangunan dan sebagai bahan perkerasan jalan lingkungan untuk kesejahteraan bagi masyarakat di Kota Tidore Kepulauan lebih khususnya pada pulau Tidore.” sambungnya. ***

Penulis: AirinEditor: Redaksi
\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *