DAERAH  

Kunjungi Kedaton, Gubernur Minta Arahan Bangun Maluku Utara ke Sultan Tidore

BORERO.ID – Gubernur Maluku Utara Sherly Djuanda meminta arahan dan bimbingan kepada rival politiknya pada momen Pemilihan kepala daerah lalu yakni Sultan Tidore H. Husain Sjah untuk bersama membangun Provinsi Maluku Utara.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sherly saat memberi sambutan di kedaton Kesultanan Tidore ketika mendampingi Mentri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan kunjungan kerja di Kota Tidore Kepulauan, kamis 27 November 2026 kemarin.

“Saya mohon bimbingan dan arahannya jika ada yang salah saya dengan pak Sarbin, maka kami membutuhkan ide-ide dan gagasan besar dari Ou untuk bersama-sama dengan kami membangun Maluku Utara, Saya sangat setuju bahwa memastikan keadilan hadir itu adalah yang terpenting sesuai dengan pesan dari Pak Presiden Prabowo.” Kata Sherly di hadapan Mentri Kebudayaan RI Fadli Zon, Sultan Tidore H. Husain Sjah dan Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen.

Ia menuturkan, pihaknya bersepakat anti politik balas dendam dan menyatakan bahwa berkontestasi dalam pilkada itu merupakan sesuatu yang wajar, ketika bersaing harus bersaing yang terbaik.

“tetapi ketika sudah selesai kita kembali bahwa torang semua di Maluku Utara Kie Raha ini adalah semuanya basudara Marimoi Ngone Futuru (bersatu kita kuat) dan kita tidak bisa sendiri, karena bumi Maluku Kie Raha yang begitu kaya ini hadir dan tetap ada dengan peradaban yang luar biasa itu semua dari hasil kolaborasi,” Ucap Sherly

“Saya yang Junior ini menyadari penuh bahwa saya butuhkan gagasan-gagasan besar, pemikiran-pemikiran besar dan ide-ide besar dari para Senior yang berada di Maluku Utara ini.” Sambung Sherly

Untuk itu, lanjut Sherly dengan segela kerendahan hati, Ia memohon kepada Ou Sultan Tidore untuk membantu dirinya dan Pak Sarbin Sehe untuk bersama-sama mensejahterakan masyarakat Maluku Utara dalam arti yang sesungguhnya di bumi Maluku Kie Raha ini.

“Kita bisa berkomunikasi secara formal maupun secara informal karena semua jalur komunikasi saya buka dan dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati memohon maaf jika di masa lalu ada gesekan-gesekan yang terjadi di kedua bela pihak saya mohon maaf dan sekarang waktunya kita bergandengan tangan bersama-sama membangun Maluku Kie Raha karena ini merupakan tanah kita bersama.” Tuturnya **

Penulis: Airin***Editor: Redaksi
\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *