Matangkan Atlit Tinju, Pertina Malut Resmi Dilepas TC Pra PON

Foto bersama atlit, pengurus pertina malut, usai dilepas secara resmi oleh ketua umum koni malut. (Dok : borero.id)

BORERO SPORTPengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Maluku Utara (Malut) beserta 10 atlit petinju resmi dilepas oleh Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Malut, Rabu (21/6/2023).

Pelapasan pengurus Pertina beserta para atlit ini untuk melakukan Training Center (CT) yang dipusatkan di DKI Jakarta kurang lebih 28 hari bertujuan mematangkan skil para patinju.  Dari  persiapan TC ini, selanjutnya menuju Pra-PON  yang berlangsung di Kota Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan, 21 Juli 2023.  Bagi Pertina Malut, insiatif melakukan TC itu lebih mematangkan persiapan atlit untuk menuju PON 2024. Meski beberapa kali sudah dilakukan di Kota Ternate, namun hasilnya belum memuaskan.

Ketua Pengprov Pertina Malut, Nasri Abubakar, dalam laporannya menyampaikan  persiapan  TC bagi  Pertina Malut dilakukan sejak Februari sampai Maret 2023 berlangsung di Asrama Haji Ngade Ternate. “ Kemudian berlanjut dengan tri aut ke Sulawesi Utara, Kota Manado. Selanjutnya persiapan kembali beberapa waktu lalu, dimana baru selesai mengekuti kejuaaran wali kota cup di Manado,” Katanya saat memberi sambutan.

Ia menuturkan, dari persiapan terakhir mengekuti kejuaaran Wali Kota Cup Manado itu melibatkan sebanyak 8 petinju terdiri dari 6 putra dan 2 putri.  Dari 8 petinju diturunkan bertanding, hasilnya adalah 2 medali emas terdiri dari 1 putra dan 1 putri.  Kemudian 1 medali perak serta 3 medali perunggu  yang diraih para atlit. “ Capain hasil itu maka sebagai ketua pengprov pertina malut belum merasa puas. Apalagi mengadapi pra pon bulan juli 2023 nanti maka  pengprov pertina malut lebih berinsiatif atau mengambil langkah duluan untuk memberangkat para atlit demi persiapan TC  ke DKI Jakarta supaya lebih matang,” tuturnya.

Nasri menegaskan bahwa, pihaknya lebih memilih TC ke Jakarta dengan mengunakan waktu kurang lebih 28 hari tersebut  tujuanya semata-mata mempersiapkan tim tinju lebih matang dan lebih baik sebelum menuju Pra PON di Kota Makasar pada 18 Juli dan  pertandinganya dimulai pada 21 Juli 2023.

Maka selama mengekuti pelatihan, Nasri berharap kepada para atlit agar  sebisa mungkin berlatih atau sparing patner dengan para atlit tinju di Kota Bogor, Bekasi, maupun ke Tangerang sehingga targetnya dapat tercapai sebelum menuju ke Pra PON di Makasar.    “ Sebagai ketua, saya berharap ke atlit untuk berangkat TC ke DKI ini jangan jadikan sebagai kendala namun jadikan sebagai pemicu semangat sehingga hasilnya akan lebih baik,”harapnya.

Suasana kegiatan pelapasan/ketua pertina malut, nasri abubakar, berfoto bersama dengan tiga atlit tinju putri asal halmahera selatan (Dok : borero.id)

Langkah Pengprov Pertina Malut ini mendapat respon positif dari Ketua Umum KONI Malut, Djasman Abukabar. Djasman bahkan memberi apresiasi ke Pertina Malut karena secara tegas menginsiasi seluruh rangkian persipan para atlit dalam rangkah menghadapi Pra PON di Makasar. “ Ditengah-tengah keterbatasan alokasi anggaran namun pertina tetap konsisten dan komitmen untuk mempersiapkan timnya,” katanya saat memberi sambutan.

Menurut Djasman,  Pertina merupakan salah satu cabor yang ditetapkan sebagai super prioritas. Untuk itu, KONI Malut akan berusaha untuk tetap memberi dukungan serta membeck-up kegiatan Pertina dengan harapan  terus memberikan prestasi bagi  nama Maluku Utara. “ Terpenting saat ini perlu persiapan diri agar bisa lolos ke PON Aceh 2024.  Untuk lolos ke PON ini sebagaiman  laporan ketua pertina bahwa membutuhkan latihan serta sparing patner yang sapadan. Kalau cuman di Ternate, kita tidak punya lawan tanding, maka langkah diambil ke DKI jakarta perlu diapresiasi, ”ujarnya.

Djasman juga berharap, pemusatan latihan TC ke DKI Jakarta sehingga Pertina Malut dapat meloloskan atlit lebih banyak ke PON Aceh 2024. Sebab, PON sebelumnya seperti di Jawa Barat hanya 5 atlit tinju yang lolos, kemudian 5 orang di PON Papua sehinga PON Aceh nanti harus melebih dari 5 atlit tinju.

“ Kalaupun melebihi dari 5 maka penetapan cabor tinju super prioritas ini tidak omong kosong. Untuk itu, saya juga berharap para atlit harus mempunyai tekad atau niat yang kuat agar bisa tampil di PON nanti.  Niat ini harus dibarengi  latihan keras  sehingga dapat meraih prestasi untuk mengharumkan nama maluku utara di kancah nasional,” harap Djasman. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *