BORERO.ID – Guna mengantisipasi bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan turut mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulang Bencana (BNPB) Letjen TNI. Suharyanto dan Gubernur Malut Sherly Laos yang bertempat di Gamalama Ballroom Bela Hotel, Senin (30/6) kemarin.
Kegiatan Rakor tersebut dihadiri, Deputi III Penanganan Darurat BNPB, Deputi IV Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Tenaga Ahli KA BNPB, Tenaga Ahli.KA BNPB, Forkopimda Malut, Sekda Malut, Pimpinan vertikal terkait, Bupati/Walikota, para Pimpinan OPD Malut. Dan Kota Tidore Kepulauan dihadiri Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain.
Usai ikuti rakor, Taher Husain menyatakan dengan rakor ini ada beberapa poin penting yang perlu ditindaklanjuti, sesuai dengan arahan kepala BNPB Pusat, bahwa ada beberapa program yang harus diusulkan sesuai dana rehabilitasi dan konstruksi.
*Sementara terkait dengan beberapa titik bencana, perlu koordinasi dengan lintas sektor, itu akan dikoordinasikan dengan Balai Jalan Nasional dan Balai Wilayah Sungai, termasuk Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, karena ada peralihan terkait jalan nasional Kota Tidore Kepulauan, sudah dialihkan ke Dinas PUPR provinsi Maluku Utara,” Ucap Taher
Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan perwakilan Balai, termasuk BWS Maluku Utara, penanganan pasca bencana Hidrometeorologi yang terjadi kota Tidore Kepulauan.
“Nantinya akan ditindaklanjuti lagi, sementara terkait dengan program-program bencana yang bisa didanai dengan skala PTT dan dana tak terduga, dalam waktu dekat sudah bisa dilaksanakan,” Ujarnya ***


