BORERO.ID TERNATE – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Ternate di tiga Kecamatan tidak berjalan mulus. Program ini tersebar di Kelurahan Tobolobe Kecamatan Hiri, Kelurahan Tafaga Kecamatan Moti, dan Kelurahan Jambula Kecamatan Ternate Pulau, karena terkendala proses pencairan dana.
Hal ini membuat warga penerima bantuan, untuk sementara waktu harus menggunakan anggaran sendiri, sambil menunggu proses pencairan anggaran dari Pemkot Ternate. Kepala Disperkimtan Kota Ternate, M. Syafei saat dikonfirmasi mengaku, pelaksanaan program yang dianggarkan melalui DAU dan DAK itu, untuk realisasi anggaran DAK tahap I telah dicairkan. “Sementara untuk realisasi DAU saat ini belum dicairkan, menyebabkan progres pelaksanaan kegiatan di lapangan juga terhambat,” kata Syafei kepada media ini, Jumat (30/9/2022).
Untuk pencairan DAK Tahap III, tentunya berdasarkan laporan tahap II yang sudah selesai diproses. Dilain sisi, realiasi DAU juga belum di cairkan sehingga untuk pencairan DAK Tahap II sebelumya juga sudah ada kompensasi. ” Jadi untuk program ini saling mendukung. Setiap satu unit rumah ada komponen DAU dan DAK saling menunjang baru bisa selesai. Kalau realiasi DAU terhambat, tentu berpengaruh pada pencairan DAK,” jelas Syafei.
Ia menambahkan, proses pencairan DAU yang terlambat itu sehingga membuat para penerima bantuan perumahan semenatara waktu menggunakan anggaran pribadi dulu. Misalnya, pekerjaan penutup atap dan lain-lain sambil menunggu proses anggaran cair, kemudian akan diganti. ” Sementara kita juga sudah sampaikan usulan pencairan anggaran. Kalau terlalu lama para penerima bantuan juga mau gunakan anggaran untuk beli yang lain dan itu agak terganggu,” tuturnya.
Sebelumnya, Syafei mengaku proyek ini sudah berjalan di Kelurahan Togolobe, Kecamatan Pulau Hiri terdapat 15 KK yang mendapat program tersebut. “Jadi tahap ke II baru dimulai sosialisasi di Kelurahan Tafaga Kecamatan Moti, dengan jumlah bantuan sebanyak 15 unit diperuntukkan untuk 15 KK,” katanya.
Sedangkan tahap ke III akan dilaksanakan pada bulan ke-11 nanti, di Kelurahan Jambula. Bahkan kegiatan ini, anggarannya melalui sumber DAK dan DAU dengan nominal per KK menerima Rp 24 juta. “Jadi Rp 24 juta nanti diberikan dalam bentuk barang bahan bangunan dan upah kerja tukang,” pungkas Syafei. (Red/Nyi)


