BORERO.ID TERNATE–Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Maluku Utara, menargetkan proyek pembangunan anjungan pusat wisata kuliner di Kelurahan Makassar Timur, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, tepat waktu. Sesuai kalender pekerjaanya berakhir sampai 30 Juni 2023. Selanjutnya dilakukan serah terima atau PHO yang kedua kepada Pemerintah Kota Ternate agar difungsikan.
Humas BPPW Maluku Utara, Edy Sabar M Torano, mengatakan pengerjaan proyek pusat kuliner kawasan makasaar Timur saat ini proses pekerjaan mencapai 90 persen. “Nanti kita lihat, kami usahakan secepat mungkin selesai sebelum masa akhir kontrak,” katanya saat ditemui wartawan, kamis 8 Juni 2023.
Ia menuturkan, melihat progres sekarang ditargetkan tanggal 30 juni selesai dan langsung di PHO penyerahan kedua ke Pemerintah Kota. Saat ini pekerjaan tinggal finishing yang sementara berjalan. Kemudian ada masa pemeliharaan, ada verifikasi aset untuk diterbitkan biaya BST yang nomornya dari pusat. ” Barulah kemudian dibuat serahterima secara sermonial kepada pihak pengelolah dalam hal ini Pemerintah Kota Ternate,” kata Eddy.
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman melalui Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Muhammad Syafei kepada borero.id belum lama ini mengaku, sudah berkoordinasi dengan pihak BPPW Malut terkait penyerahan aset itu agar secepatnya dimanfaatkan.
Menurut Syafei, sekarang ini terpikirkan adalah sarana itu dapat berfungsi. Sebab, sarana itu menjadi pusat aicon kuliner yang dapat dibanggakan oleh warga Kota Ternate.
” Karena kata icon itu tidak terlihat kumuh, berantakan sampah sembarangan disitu dan harus dikelola secara baik sehingga nanti menjadi aicon kebanggan. Untuk itu, kita diusahakan pertuntuhkan pengelolaanya secara tepat. Nanti diputuskan pak wali kota siapa yang tepat mengelola, tapi opsi pihak ketiga juga terbuka,” kata syafei.
Diketahui bahwa, pekerjaa digenjot BPPW Malut pada 2022 lalu adalah peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kelurahan Makassar Timur, Kota Ternate. Ini dikerjakan PT. Mandiri Karya Utama Rizky dan PT. Kogas Driyap Konsultan dengan total anggaran 19 miliar lebih.
Sementara 2023 ini adalah kegiatan optimalisasi kawasan pusat wisata kuliner Makassar Timur. Sesuai kalender pekerjaanya berakhir sampai 30 Juni 2023. Pekerjaan ini menggunakan anggaran 2.9 miliar lebih dikerjakan CV. Three Group. Total lapak kuliner yang dibuat sebanyak 32 lapak. (Red/dnx)


