BORERO.ID – Cuaca ekstrem melanda Provinsi Maluku Utara khususnya Kota Tidore Kepulauan yang terjadi beberapa hari kemarin tak hanya menyebabkan kerusakan akibat banjir dan longsor, namun gelombang laut pun menerjang salah satu breakwater (penahan Ombak) di Kelurahan Dokiri hingga mengalami rusak parah.
Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan Sarmin Mustari kepala wartawan mengatakan alat penahan ombak atau breakwater di RT 003 Kelurahan Dokiri mengalami abrasi dan rusak akibat hujan pada sabtu (21/09/ kemarin.
“Penahan ombak di kawasan pantai yang dibangun sejak 2022 lalu rusak akibat cuaca ekstrem kemarin sehinga kami meminta Dinas PUPR untuk membangun kembali penahan ombak itu,” Kata Sarmin, minggu 22 juni 2025.
Ia menuturkan, kerusakan yang terjadi pada penahan ombak itu diperkirakan hampir 90 persen rusak dengan panjang kurang lebih 80 meter.
“Ini rusaknya 90 persen. Dan kerusakan itu dari dasar penahan ombak, karena kita di Dokiri ini kan berhadapan langsung dengan lautan bebas, jadi penahan ombak tidak bisa menahan hantaman ombak kuat ditambah hujan yang deras,” Ucap Sarmin
Anggota Komisi II DPRD kota Tidore itu mengaku, persoalan ini sudah dikoordinasikan ke bagian Seksi Sumber Daya Alam (SDA) PUPR Kota Tidore Kepulauan.
“Saya sudah koordinasi ke kasi SDA, dan katanya mereka akan melakukan perbaikan dalam waktu dua bulan ke depan, katanya Kita butuh batu berukuran besar untuk di bagian dasar,” Ujarnya
Sementara itu, Murid Marajabesi pegawai SDA PUPR Kota Tidore, kepada borero.id menyatakan tim teknis dari SDA PUPR sudah melakukan meninjau kondisi breakwater dan telah identifikasi, sehingga menunggu hasil perencanaan dari tim.
“Jadi proses perencanaannya dulu baru kami lakukan pelaksanaan fisik,” Tutur Muid
Sekadar diketahui, penahan ombak di pesisir pantai Kelurahan Dokiri dibangun tiga tahap sejak 2022-2024. Pagu anggarannya terbagi pada 2021 sebesar Rp500 juta, di 2022 sebesar Rp500 juta dan di tahap ketiga tahun 2023 sebesar Rp1 miliar. **


