Sula Diguncang Gempabumi 33 Kali, Tidak Berpotensi Stunami

Grafik gempa susulan dari gempabumi di Kepulauan Sula, Maluku Utara. (Dok : BMKG Stasiun Geofisika Ternate

BORERO.ID SANANA – BMKG melalui Stasiun Geofisika Ternate menyampaikan sejak pukul 13 : 42 sampai 23 : 49 WIT, Senin 17 Juli 2023, di wilayah Kabupaten Kepulauan Sula terjadi gempabumi susulan sebanyak 33 kali. Kemungkinan masih terjadi gempa susulan dengan kekuatan atau guncangan yang bervariasi. Kendati, BMKG mengklaim gempabumi di Kepulauan Sula, Maluku Utara, tidak berpotensi Stunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG,  Dr. Daryono melalui siaran persnya menjelaskan, wilayah pantai utara di kepulauan Sula, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,44° LS ; 126,41° BT.

“Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 Km arah Utara Mangoli Utara Timur, Kepulauan Sula, Maluku Utara pada kedalaman 24 km,” katanya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata dia,  gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi kerak bumi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ).

Menurut Daryono,  berdasarkan estimasi peta guncangan ( shakemap ), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Kepulauan Sula dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

” Gempabumi ini merupakan susulan dari Gempabumi M5,8. hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 30 (tigapuluh) aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar M5,2,” ujarnya.

Untuk itu, Daryono menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

” Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” kata Daryono. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *