BORERO.ID TERNATE– Tunggakan pembayaran air bagi pelanggan Perumda Ake Gaale Kota Ternate sejauh ini masih tergolong besar. Perumda Ake Gaale mencatat sampai bulan Januari 2023 ini, total tunggakan pelanggan air sebesar Rp 16 miliar.
“Utang pelanggan ke kami ini sebesar Rp 16 miliar, sebelumnya sebesar Rp 20 miliar,” kata Plt Direktur Utama Perumda Ake Gaale Kota Ternate, M. Syafei, Kamis (26/1/2023).
Tunggakan pembayaran air tersebut secara umum dari masyarakat. Begitu juga dengan sejumlah OPD lingkup Pemkot Ternate yang tercatat sebagai pelanggan Perumda Ake Gaale. “Hutang ini berkurang menjadi Rp 16 miliar itu berkat kerja-kerja keras saat Abubakar menjabat sebagai Direktur,” ujarnya.
Soal prestasi menurunkan piutang untuk data resmi dirinya belum mengantongi namun melalui rapat disampaikan Kasi Hublang bahwa dari piutang 20 miliar itu tersisa 16 miliar. “Tapi waktunya belum saya konfirmasi tepatnya sejak kapan sampai kapan. Tapi sebagiàñnya dilakukan pada 2022, nanti saya cek lebih lengkap informasinya,” ucapnya.
Penurunan piutang atau tagihan tunggakan didapatkan sekitar 4 miliar dan tersisa 16 miliar itu keseluruhannya terjadi dimasa Dirut sebelumnya, Abubakar Adam. “Ataukah sebagiannya, tapi yang jelas beliau (Abubakar) juga berperan dalam penurunan piutang itu bersama teman-teman di seksi hublang,” ungkapnya.
Kendati demikian, M. Syafei menegaskan bahwa Perumda Ake Gaale akan kembali melakukan penagihan dengan langkah-langkah solutif seperti pendekatan secara kekeluargaan. “Kita datangi langsung ke rumah si pelanggan ini yang menunggak pembayaran air dan pendekatan seperti apa nanti kita sepakati bersama. Apakah dengan mencicil atau bagaimana,” ucapnya.
Disentil tunggakan ini sudah berapa lama terbawa oleh pelanggan, dia mengaku hal tersebut belum diketahui. “Saya mau targetkan 16 miliar ini bisa selesai dalam tahun ini, sehingga bisa dipergunakan modal itu untuk melengkapi alat-alat yang diperlukan dilapangan demi peningkatan pelayanan,” kata M. Syafei. (Gan)


